Polres Metro Bekasi amankan 101 Orang jelang Asian Games. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Airsoft Gun Diduga Milik Pelaku Pemerasan Disita Saat Razia di Bekasi

Estimasi Baca:
Kamis, 12 Jul 2018 22:55:24 WIB

Kriminologi.id - Airsoft gun menjadi salah satu barang bukti yang disita dalam razia Cipta Kondisi yang digelar Polres Metro Bekasi sejak tanggal 4 hingga 12 Juli 2018. 

Dalam razia ini sebanyak 101 orang yang berpotensi menganggu keamanan ajang olahraga bergengsi Asian Games 2018. Dari jumlah itu, hanya 23 orang yang diproses secara hukum. Sisanya hanya dilakukan pembinaan. 

"Yang diproses hukum karena melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor dan pencurian dengan kekerasan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Ajun Komisaris Besar Polisi Rizal Marito, Kamis 12 Juli 2018.

Razia Gelar Cipta ini berlangsung di beberapa wilayah dan dilakukan, diantaranya oleh Polsek Cikarang Selatan, Tambun, Tarumajaya, Cikarang Timur, Sukatani dan Cikarang Asih. Aksi yang berlangsung selama lebih dari seminggu ini menyasar hanya pada perkara pencurian serta tindakan yang mengarah pada premanisme.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/5b476e7c3c237-1531407996-30ae43ad1aa0a416699051b73a3dfcf6.jpg

Dari gelaran razia tersebut, petugas mengumpulkan barang bukti yakni kendaraan roda dua 11 unit, airsoft gun, 8 buah ponsel, uang Rp 162 ribu dan peluru gotri 33 butir. 

Selain itu, polisi juga mengamankan senjata tajam samurai 1 buah, celurit 2 buah, tas 1 buah, BPKB 1 buah, STNK 1 buah, Kunci T 1 buah, anak kunci T 4 buah dan helm 1 buah. 

Dari barang bukti tersebut, kata Rizal, petugas menduga airsoft gun digunakan pelaku untuk memeras korban.

"Mereka akan diproses secara hukum yang membawa airsoft gun yang kemungkinan digunakan untuk memeras korban," kata Rizal.

Sebanyak 23 orang dari ratusan orang yang diamankan tersebut, diproses secara hukum. Menurut Rizal, rata-rata para pelaku tersebut terjerat dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan ancaman di atas 10 tahun penjara. YH/

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500