Rumah Franky, pengemudi mobil tabrak motor dan separator busway di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Alasan Franky Penabrak Separator Busway Konsumsi Obat, Ngaku Insomnia

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 19:10:37 WIB

Kriminologi.id - Franky, duda pengusaha karet yang menabrak separator busway di kawasan Hayam Wuruk, Mangga Besar, Jakarta Barat, mengaku menyimpan obat penenang bermerek Esilgan Estazolam karena menderita penyakit insomnia atau susah tidur.

Pengakuannya itu dibuktikan dengan dirinya menunjukkan resep dokter dan rekam medis saat menjalani pemeriksaan usai diamankan dari amukan massa.

Kanit Reskrim Polsek Tamansari, AKP Rango Siregar, mengatakan obat penenang yang ditemukan di dalam mobil Franky merupakan obat yang didapat secara resmi dengan menggunakan resep dokter yang jelas.

“Dia (Franky) itu menderira penyakit insomnia, sehingga itu alasan mengapa dia punya obat itu. Dan setelah kita cek, ternyata obat itu memang resmi,” kata Rango di Mapolsek Tamansari, Jakarta Barat, Senin, 3 September 2018.

Sementara dari hasil pemeriksaan, Franky ternyata juga mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Kepada polisi, Franky mengaku mendapatkan sabu-sabu yang telah habis dikonsumsinya dari seorang bandar yang berada di kawasan Bogor, Jawa Barat.

Akan tetapi, Franky yang diketahui merupakan pecandu sabu-sabu itu juga kerap membeli dari bandar yang tersebar di beberapa tempat. Namun, meski Franky telah mengaku demikian, Rango menyebut pihaknya akan mengembangkan keterangan Franky untuk menangkap pemasok barang haram tersebut. 

"Kalau dari pengakuannya memang dari Bogor (sabu-sabu). Saat ini kita masih kembangkan lagi keterangan Franky," kata Rango.

Sebelumnya, polisi mengamankan Franky karena menabrakkan sepeda motor dan menghantam separator busway di kawasan Hayam Wuruk, Mangga Besar, Jakarta Barat, saat dikepung warga. Setelah diamankan, polisi melakukan tes urine terhadap Franky. 

Selain itu, polisi juga melakukan penggeledahan yang ternyata di dalam mobil Nissan Grand Livina warna hitam dengan nopol B 1965 UIQ itu ditemukan benda-benda mencurigakan berupa tiga butir obat kuat merek Lian Zhan Qi Tian dan empat butir obat penenang merk Esilgan Estazolam. 

Selain itu, juga ditemukan dua tutup botol alat pakai narkoba jenis sabu-sabu, dua plastik klip kosong bekas sabu, satu buah pipet, alumunium foil bekas pakai, korek api, dan sedotan.

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500