Ilustrasi vonis hakim, Foto: Istimewa

Alasan PN Surabaya Tolak Gugatan 'Class Action' Warga Dolly Rp 270 M

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 20:00:51 WIB

Kriminologi.id - Pengadilan Negeri Surabaya menolak gugatan kelompok atau class action warga lokalisasai Dolly-Jarak ke Pemkot Surabaya sebesar Rp 270 miliar. Dalam putusannya, Hakim Dwi Purnomo menyatakan gugatan tersebut tidak dapat diterima.

"Mengadili, menyatakan bahwa gugatan kelompok yang diajukan penggugat dinyatakan tidak dapat diterima," kata Hakim Dwi Purnomo, saat membacakan putusan di PN Surabaya, Senin, 3 September 2018.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim yang diketuai Dwi Purnomo menilai gugatan kelompok yang dilayangkan tersebut tidak memenuhi syarat formal gugatan class action sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 1 tahun 2002. 

"Syarat-syarat formal gugatan class action tidak terpenuhi untuk melakukan gugatan," kata Dwi.

Di samping itu, hakim juga menegaskan penggugat dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara terkait keputusan Pemkot Surabaya terkait penutupan eks lokalisasi Jarak-Dolly. 

"Untuk penutupan Dolly dapat diajukan gugatan Tata Usaha Negara," ucap Dwi Purnomo.

Atas penolakan tersebut, mewakili pihak penggugat yakni Naen Suryono akan mengajukan perlawanan lewat upaya hukum kasasi. 

"Kita akan melakukan perlawanan di tingkat kasasi. Tidak mungkin kita melakukan gugatan TUN atas penutupan Jarak-Dolly, sebab batas waktu gugatan TUN sudah jauh terlampaui yakni 90 hari setelah Pemkot Surabaya melakukan penutupan Jarak-Dolly pada 2014 lalu," kata Naen.

Diketahui, class action ke Pemkot Surabaya dan Satpol PP ini sebelumnya dilayangkan Komunitas Pemuda Independen (KOPI) dan Front Pekerja Lokalisasi (FPL) usai penutupan eks lokalisasi Jarak-Dolly. 

Warga menuntut agar pemkot membayar ganti rugi Rp 270 miliar kepada warga Jarak-Dolly. Salah satu alasannya, Pemkor Surabaya telah merampas hak ekonomi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian atau penurunan penghasilan, tanpa ada persiapan dan konsep peralihan sumber kehidupan masyarakat sekitarnya.

KOMENTAR
500/500