Yusron Pedagang Sate bercerita saat lawan geng motor Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Alasan Yusron Pedagang Sate Lawan Geng Motor Saat Tersabet Celurit

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 06:35:39 WIB

Kriminologi.id - Muhammad Yusron (19) seorang pedagang sate madura di Jalan Bintara 17, Bekasi Barat, Kota Bekasi berani melawan geng motor. Alasannya Yusron ingin mempertahankan handphonenya yang baru dibeli tiga hari yang lalu.

Ketika ditemui Kriminologi.id di rumah kontrakannya Jalan Bintara 17, RT 10/13 No 43e, Yusron yang merupakan anak kedua dari pasangan Maimunah dan Rohim menceritkan alasannya berani melawan geng motor.

Saat itu usai berjualan sate madura di depan Jalan Bintara 17, ia tidak pulang. Yusron diajak bermain game oleh rekannya bernama Saiful (19), seorang penjual nasi bebek. Keduanya asik bermain game di bangku warteg.

Sedang asik-asiknya bermain game, datang salah satu pelaku dari arah belakang Jalan Bintara 17 berjalan kaki menuju tempat nongkrong Yusron dan Saiful, yaitu di bangku depan warteg milik ibu Watem (45).

Tak berapa lama, rekan pelaku yang menggunakan tiga sepeda motor datang dan sempat berhenti di samping warteg. Satu pelaku membawa senjata tajam jenis celurit kemudian turun dari sepeda motor.

Kedua korban diminta menyerahkan handphone. Saiful yang ketakutan memberikan handphonenya, sementara Yusron mencoba melarikan diri. Salah satu pelaku yang membawa celurit kemudian mengejar korban.

Sekitar jarak 7 sampai 8 meter dari lokasi nongkrong, korban berusaha melawan pelaku. Namun Yusron tumbang setelah celurit pelaku melukai bagian tangan kiri dan kedua pahanya. Korban mengalami tujuh luka sabetan celurit.

Yusron mengaku berani melawan karena mempertahankan harta bendanya, yaitu sebuah handphone merek Xiomi yang baru dibelinya tiga hari yang lalu.

"Saya nabung sudah lama mas, 5 ribu sampe 10 ribu sehari saya sisihkan dari uang jajan saya. Sudah kekumpul baru dibeliin hp. Ini tiba-tiba mau diambil makanya saya berani ngelawan," katanya kepada kriminologi, Rabu, 8 Agustus 2018.

Alasan lainnya, ia menambahkan, jika menyerahkan handphone miliknya, bukan tidak mungkin bakal tetap dilukai pelaku.

"Kepalang tanggung mas, saya sempat melawan karena dia pakai senjata tajam dan badan juga gede. Saya kalah. Kalau saya kasih juga pasti saya dibacok. Sekalian saja saya lawan," ujar Yusron.

Ketika pelaku menyabetkan celurit, ia mengatakan, sempat beberapa kali menangkis. Bahkan, ia sempat teriak minta tolong. Teriakn itulah yang kemudian membuat panik pelaku.

"Saya inget wajahnya karena dia enggak pakai penutup wajah. Sehabis lukai saya, dia langsung lari. Bonceng bertiga sama temannya, lari ke belakang Kecamatan Bekasi Barat," kata Yusron.

Meski mendapatkan tujuh luka sabetan celurit dan 51 jahitan, Yusron bersukur nyawanya dan handphone yang baru dibelinya dengan susah payah bisa terselamatkan karena pelaku melarikan diri setelah dirinya teriak minta tolong.

Diberitakan sebelumnya, lima anggota geng motor dengan menaiki tiga sepeda motor menyerang pedagang sate madura dan pedagang nasi bebek di Jalan Bintara 17 tepatnya di depan Kecamatan Bekasi Barat.

Aksi tersebut ternyata terekam kamera CCTV milik bank swasta yang berada di sebelah Jalan Bintara 17. Saat ini kasus penyerangan geng motor terhadap pedagang telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan, masih didalami semua," kata Kabag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing saat dikonfirmasi, Rabu, 8 Agustus 2018.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500