Alumni 212 Diperiksa Terkait Ujaran Kebencian Wali Kota Bekasi

Estimasi Baca :

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Foto: Twitter - Kriminologi.id
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Foto: Twitter

Kriminologi.id - Salah seorang Alumnus Aksi 212, Azwar Anas melaporkan dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ke Polda Metro Jaya. Rahmat dituding melontarkan ujaran kebencian dengan menyebut aksi 212 sebagai aksi politik serakah saat berpidato di acara Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) pada Februari 2018.

Azwar yang tiba di Ditreskrimumm Polda Metro Jaya, Selasa, 12 Juni 2018 menjalani pemeriksaan penyidik Ditreskrimum didampingi oleh Sekjen Kordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin.

Menurut Novel, kedatangan  Azwar dan pihaknya hari ini ialah untuk menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan menyampaikan setap keterangan dasar yang diperlukan atas laporan dugaan ujaran kebencian tersebut.

“Ini bisa sangat meresahkan, bisa memecah-belah umat dan sangat mengadu domba. Di Bekasi, kita bisa lihat di medsos-medsos ramai yang mengusulkan agar dia (Rahmat Effendi) segera diproses,” ujar Novel di Mapolda Metro Jaya.

Menurut Novel, tindakan yang dilakukan Rahmat berpotensi memecah-belah umat Islam di Indonesia. Dia juga mengklaim banyak warga Bekasi yang menginginkan agar Rahmat segera dipidanakan.

Novel sendiri menyangkal tudingan yang dilayangkan Rahmat terkait aksi 212 bermuatan kepentingan politik serakah karena Rahmat saat ini kembali mencalonkan diri sebagai calon wali kota Bekasi.

Menurutnya, aksi 212 merupakan murni gerakan aksi bela Islam. Diketahui, aksi tersebut digelar hendak menuntut agar mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dijebloskan ke penjara karena dianggap telah menodai agama.

Novel yang juga merupakan Anggota dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) tersebut menyampaikan bahwa pihaknya tidak membawa barang bukti yang akan digunakan selama menjalani pemeriksaan perdana tersebut di gedung Ditreskrimum tersebut.

Penyebabnya, Novel menyampaikan bahwa bukti-bukti yang diperlukan sudah diserahkan sebelumnya ke Bareskrim Polri.

“Bukti- buktinya sudah dibawa kemarin. Cuma rekaman suara dan konten (video) Youtube. Sudah kami siapkan. Kemudian ada juga saksi berjumlah dua orang,” papar Novel.

Novel menambahkan, selain diseret terkait kasus ujaran kebencian, Rahmat juga sedang menghadapi masalah mengenai dugaan penggunaan ijazah palsu. Novel menegaskan bahwa Rahmat akan menghadapi dua langkah hukum. RZ

Baca Selengkapnya

Home Hard News Umum Alumni 212 Diperiksa Terkait Ujaran Kebencian Wali Kota Bekasi

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu