Rilis Kasus pembunuhan anak punk di Bekasi. Foto: Ist/Kriminologi.id

Anak Punk di Cikarang yang Tewas Ternyata Ditusuk Tanduk Rusa Temannya

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 16:47:08 WIB

Kriminologi.id - Empat dari lima pelaku penganiayaan W (18), seorang anak punk diciduk polisi. Pelakunya tak lain adalah rekannya sendiri sesama anak punk yakni AR (23), JJ (16), MAP (14), dan AFB (16).

"Kami sudah tangkap empat tersangka, satu lagi D masih dalam pencarian kepolisian," kata Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Alin Kuncoro di Polsek Cikarang Selatan, Senin, 16 April 2018.

Selama satu minggu, kepolisian menyelidiki kasus tewasnya W. Pada Minggu, 15 April 2018 polisi kemudian berhasil menangkap empat tersangka di lokasi yang berbeda yakni di daerah Sumedang dan daerah Cisarua, Bogor, Jawa Barat. 

"Perannya AR, MAP, dan AFB memukul kepala pakai batu bata serta menusuk pinggang korban menggunakan tanduk rusa kecil secara bergantian. Sedangkan JJ memukuli korban pakai batu," ujarnya.

W ditemukan tewas di dipinggir Jalan Raya Cikarang-Cibarusah, Kampung Cijambe RT 007 RW 003, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu, 8 April 2018. Saat ditemukan, korban dalam keadaan penuh luka di bagian pinggang dan kepala serta luka menganga di bagian kuping. 

Kata Alin para pelaku nekat membunuh rekannya gara-gara masalah sepele. Salah seorang tersangka yakni AR tersinggung karena diejek korban. Diduga terpengaruh miras AR kemudian kalap. Pada malamnya, Sabtu, 7 April 2018 AR mengajak JJ, MAP, AFB dan D untuk memukuli W ditempat mereka biasa nongkrong.

Setelah dianiaya, W langsung tergeletak tak sadarkan diri. Kelima pelaku langsung pergi begitu saja. Keesokan harinya Minggu, 8 April 2018 kelima pelaku datang ke lokasi. Saat dicek W sudah tak bernafas. Kelima tersangka langsung menutupi jasad korban dengan triplek.

Polsek Cikarang Selatan yang mendapat laporan warga kemudian menuju lokasi. Polisi kemudian membawa jasad korban ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan outopsi.

"Mereka tidak ada niat membunuh korban, namun korban tewas karena kehabisan darah," katanya.

Polisi menjerat lima pelaku dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. MG

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500