Rusun Tahap 3 Kemayoran di Jalan Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Erwin/Kriminologi.id

Andri Tewas Tertimpa Konblok, Warga: Batu untuk Ganjal Pintu Darurat

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 12:20:15 WIB

Kriminologi.id - Pelemparan batu konblok dari gedung rumah susun Tahap 3 Kemayoran, Jakarta Pusat yang menewaskan seorang bocah berusia 9 tahun, Andri Wibowo, diduga dilakukan oleh penghuni yang memiliki keterbelakangan mental. Warga menduga konblok yang menewaskan Andri merupakan batu yang digunakan untuk mengganjal pintu darurat rusun.

Kriminologi.id mendatangi sekitar rusun yang berada di Jalan Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 9 September 2018. Warga yang tinggal di sekitar rusun tersebut masih mengingat betul batu konblok yang menewaskan Andri, siswa kelas 2 SDN 05 Pagi Kebon Kosong, Kemayoran.

Menurut Andrianto yang merupakan warga sekitar dirinya menduga salah satu penghuni Rusun Tahap 3 Kemayoran terdapat warga yang memiliki keterbelakangan mental. Menurut pria bertato itu penghuni itu kerap mengamuk dan melemparkan benda berbahaya ke bawah rusun.

"Kayaknya sih ada anak idiot gitu, bang. Yang sering ngamuk-ngamuk terus lemparin barang-barang ke bawah. Tapi saya engga tahu juga dari lantai berapa. Saya kemarin pas lagi makan mi ayam deket lokasi kejadian, pas liat kepalanya si Andri wah langsung ngilu, mau muntah," tutur Andrianto.

Sementara itu, Diki, salah seorang penghuni rusun mengaku tidak mengetahui sosok penghuni yang memiliki keterbelakangan mental tersebut. Ia hanya menyayangkan sistem pengelolaan hunian yang ditempatinya.

"Kalau saya sih engga masalah siapa yang lempar, yang jelas harus ditangkap. Yang bikin saya jengkel ya pengelola apartemen, kenapa kejadian kayak gitu jadi sering. Artinya kan sistem pengawasannya ya longgar, bener-bener bebas.

Menurutnya, meskipun hanya para penghuni yang bisa masuk ke apartemen itu, namun pengelola tidak bisa mengetahui apa yang yang dilakukan pengelola.

“Emang iya sih, yang bisa masuk cuma penghuni yang punya kartu akses, tapi pengelola juga engga bisa liat kalo ada penghuni yang macem-macem," ujar Diki.

Diki menambahkan, sistem penyimpanan perkakas untuk perawatan gedung rusun juga dinilainya buruk.

"Ya saya penasaran aja, itu si pelaku dapet barang-barang dari mana kan. Ada helm proyek, besi, kayu sampai konblok. Ini mungkin naro perkakas sembarangan. Kan sering juga tuh saya lihat konblok dipake buat ganjal pintu darurat, seringnya ya pake konblok kayak yang dilempar kemarin," jelas Diki.

Lain lagi dengan penuturan Wahyudi, seorang warga sekitar yang bekerja sebagai sopir ojek pangkalan di sekitar rusun tersebut. Ia menceritakan, seseorang pernah melemparinya bata merah kala melintas tepat di Jalan Dakota V yang berada persis di bawah gedung tersebut.

"Saya juga pernah ditiban, bang, ditiban pake bata merah. Saya juga engga tahu siapa yang lempar. Kejadiannya bulan lalu, pas saya lagi lewat situ, abis Maghrib, tiba-tiba helm saya dilemparin bata merah. Tapi kayaknya bukan dari lantai atas, tapi dari balik tembok apartemen yang di bawah. Soalnya, saya sempet lihat orangnya," ujar Wahyudi.

Sebelumnya diberitakan, Andri Wibowo (9), siswa SD Kebon Kosong 05 Pagi, Kemayoran, Jakarta Pusat, tewas akibat tertimpa batu konblok yang diduga dilempar dari gedung Ruman Susun Tahap 3 Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Warga mengaku sebelumnya warga rusun tersebut juga pernah didapati melempar botol air mineral hingga senjata api atau pistol dari gedung itu. Andri Wibowo tewas tertimpa batu konblok, Sabtu, 8 September 2018, sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu Andri sedang bermain bersama temannya Iqbal dan Reyhan. Ketiganya sedang bermain sambil membeli jajan cilok yang mangkal di lokasi kejadian. Warga yang melihat peristiwa itu lalu membawa korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500