Keluarga Sumarti, wanita yang tewas di area pemakaman Jalan Kampus Ungkris RT 05/09, Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Aniaya Tetangga hingga Tewas, Juariah Stres Sejak Gagal Nikah

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 07:00:31 WIB

Kriminologi.id - Sosok Juariah (33) mendadak menjadi perbincangan warga Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi setelah ia menganiaya tetangganya Sumarti (55) hingga tewas. Warga setempat mengenal sosok Juariah mengalami gangguan jiwa setelah gagal menikah. Sebelumnya, Juariah pernah bekerja di pabrik konveksi. 

"Hampir 10 tahun lalulah, dia pengen nikah, tapi calon lakinya itu malah nikah sama orang lain, dari kejadian itu dia mulai stress gitulah," kata salah satu tetangga Juariah berinisial AN kepada Kriminologi.id, Rabu, 5 September 2018.

Sejak gagal menikah, kepribadian Juariah mulai terlihat berbeda. Ia sering mengamuk bahkan mengejar-ngejar pedagang yang lewat di depan rumahnya. Pihak keluarga berusaha mengobati Juriah di daerah Rawa Lumbu, Bekasi Timur. Dari pengobatan itu, pribadi Juariah sedikit lebih baik.

"Sifatnya angot-angotan, kadang baik ya kadang marah-marah, sampai ada tukang gorengan jadi sasaran, kadang rumah tetangganya ditimpukin pake batu," kata AN.

Meski mengalami gangguan jiwa, dari segi penampilannya, Juariah terlihat normal. Warga kadang melihatnya Juariah datang ke masjid untuk salat berjamaah.

"Kagak keliatan kaya orang gila, baju rapi, kadang sholat, kalau mas yang liat pasti kaya orang normal, tapi kalau udah tahu aslinya mah agak ngeri juga," kata AN menambahkan.

Warga, kata AN, sudah mengetahui kapan Juariah kambuh. Bila tanda-tanda gangguan kejiwaannya muncul, warga segera menghindar.

"Kalau udah teriak-teriak kami udah tahu, wah itu udah kambuh nih, warga pada ngunci pintu aja," katanya.

Di pemukiman itu, Juariah hanya tinggal bersama ibunya. Rumahnya tidak jauh dari rumah Sumarti, sekitar 20 meter jaraknya. Kondisi keluarga Juariah juga sama dengan keluarga Sumarti. Ekonomi keluarganya pas-pasan. Untuk mencukupi kebutuhan dapur, ia hanya mengandalkan kiriman uang dari anak-anaknya yang telah bekerja.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/jasad-sumarti-wanita-yang-ditemukan-1536052302.jpg

Sebelumnya diberitakan, Sumarti (55) tewas tergeletak di samping tempat pemakaman umum atau TPU Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin, 3 September 2018 usai menyelamatkan suaminya. Ia tewas setelah kepalanya dibenturkan ke batu nisan oleh Juariah (33) tetangganya sendiri. Awalnya, Juariah menyerang Dul Hamid (68), suami Sumarti. 

Tanpa alasan jelas, Juariah memukul kepalanya dengan tongkat yang dipakai sebagai alat bantu berjalan. Kemudian, Juariah menyerang Sumiarti dengan cara menjambak rambutnya dan membenturkan kepalanya ke aspal dan bekas batu nisan. Akibat penganiayaan itu, Sumarti tergeletak tak berdaya.

Pelaku kemudian bergegas pergi ke Masjid. Meski warga sudah mengepung dan hendak menangkap pelaku, namun pelaku hanya ingin ditangkap oleh polisi.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500