Seorang petugas sedang melatih anjing pelacak (17/05/2018). Foto: Tribratanews

Anjing Pelacak Diturunkan di Obyek Vital Malut, Deteksi Adanya Bom

Estimasi Baca:
Kamis, 17 Mei 2018 17:50:51 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian Polda Maluku Utara melakukan pengamanan ketat di berbagai objek vital di antaranya di Bandara Babullah Ternate dan pelabuhan laut untuk mengantisipasi masuknya terorisme di wilayah tersebut. Anjing pelacak dari satuan K-9 pun diturunkan untuk mendeteksi adanya bom. 

Para personel disebar di pintu masuk Bandara Babullah Ternate dan pelabuhan untuk pengamanan ekstra, kata Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Hendri Badar, di Ternate, Rabu, 16 Mei 2018. 

"Personel ditempatkan di pintu masuk Bandara Babullah Ternate dan pelabuhan untuk pengamanan ekstra dan sudah siagakan anggota di lokasi tersebut. Lokasi itu objek vital yang harus dilakukan pengamanan," ujar AKBP Hendri Badar.

Selain menerjunkan personel khusus, dalam pengamanan tersebut, pihaknya juga melibatkan anjing pelacak atau K-9 milik Ditsabhara Polda Malut.

"Anjing pelacak kami terjunkan untuk melakukan pengamanan di bandara. Anjing itu keahliannya bukan untuk mencium narkoba melainkan mencium adanya bom," ujarnya.

Dalam pengamanan ini, pihaknya akan memantau penumpang yang akan melakukan keberangkatan. Sebab, menurutnya, bagi penumpang yang datang dari provinsi lain sudah dilakukan sterilisasi terlebih dahulu di bandara-bandara sebelumnya.

Hendri menjelaskan, petugas Sabhara dan Brimob ini akan ditarik hingga adanya pencabutan siaga satu.

Selain itu, kata Hendri, pihaknya telah menginstruksikan ke seluruh polres di wilayah Malut untuk perketat pengawasan, tujuannya untuk meningkatkan kewaspadaan pascabom bunuh diri di tiga gereja dan Poltabes Surabaya.

Pintu masuk ke Polda maupun Polres, Hendri menambahkan, juga telah ditempatkan personel Brimob bersenjata lengkap agar tidak terulang kasus seperti yang terjadi di Polrestabes Surabaya. 

"Peristiwa Mako Brimob hingga ke Surabaya ini membuat kami berduka dengan serangan teroris. Kapolri meminta Polda seluruh Indonesia termasuk di wilayah Malut untuk siaga satu," katanya.

Selain di kantor Polda dan Polres, Hendri menuturkan, pihaknya juga telah menerjukan personelnya untuk menjaga berbagai rumah ibadah, baik itu gereja, masjid, musala, dan fasilitas umum lainnya di wilayah Malut. 

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500