Ilustrasi miras (25/07/2018). Ilustrasi: antaranews

Asep Maulana Tewas Tenggak Miras, Polisi Ciduk Penjual Jamu

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 18:15:12 WIB

Kriminologi.id - Polres Bogor bersama Polsek Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengamankan penjual jamu yang menjual minuman keras alias miras oplosan yang menyebabkan Asep Maulana tewas. Polisi masih merahasiakan nama pelaku namun tetap menyita dua barang bukti.

"Itu antaranya enam bungkus plastik miras oplosan berjenis justom dan satu galon Aqua miras oplosan," kata Kapolsek Cisarua, Kompol Nur Ichsani Hastono di Cibinong, Jumat, 10 Agustus 2018.

Asep Maulana tewas setelah menenggak miras yang dijual pelaku. Awalnya, korban bersama salah seorang rekannya menenggak miras di Pasar Atas, Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua pada Rabu, 1 Agustus 2018.

Menurut Nur Ichsani, miras tersebut diperoleh dari salah satu kedai jamu di pasar atas tersebut. Dari keterangan saksi, korban sebelum meminum miras oplosan telah lebih dulu menelan obat dari dokter. Itu dikarenakan korban masih harus melakukan perawatan usai kecelakaan.

Setelah itu korban bersama saksi memilih minuman miras oplosan. Pada saat itu korban mengeluh pusing dan lapar. Selanjutnya korban pamit untuk mencari makan sate kambing, setelah itu kembali korban mengeluh pusing dan minta diantarkan pulang oleh saksi.

"Pada Jumat pukul 09.00 WIB korban muntah-muntah dan tidak sadarkan diri, kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit," katanya.

Pada Sabtu, 4 Agustus 2018, sekitar pukul 02.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit. 

Dalam hal ini pelaku dikenakan Pasal 204 Ayat (1) KUHP Pasal 145 Jo Pasal 91 Ayat (1) UU RI No. 8 tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 62 UU RI No. 8 tahun 2009 tentang Perlindungan Konsumen.

Pasal terkait dengan dugaan melakukan produksi dan distribusi minuman beralkohol tanpa izin (miras impor palsu) yang menggunakan bahan berbahaya atau cairan tidak layak dikonsumsi maupun memenuhi standar.

Selain itu dapat membahayakan kesehatan dan nyawa orang lain. Pelaku dikenakan ancaman pidana lima sampai dengan 15 tahun.

Reporter: Marselinus Gual
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500