Suasana TPS di rutan Kebonwaru, (27/6/2018). Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Bawaslu Proses 3.133 Pelanggaran Pilkada, Terbanyak di Sulsel

Estimasi Baca:
Kamis, 12 Jul 2018 18:15:14 WIB

Kriminologi.id - Ada 3.133 laporan dan temuan dugaan pelanggaran selama tahapan Pilkada serentak 2018 yang diproses Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dari jumlah itu, pelanggaran paling banyak terjadi di Sulawesi Selatan. 

"Data dugaan pelanggaran Pilkada hingga hari ini, 12 Juli 2018, secara keseluruhan tercatat di kami ada 3.133 laporan masyarakat dan temuan pengawas di lapangan terkait dugaan pelanggaran Pilkada," kata Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo di Gedung Bawaslu RI Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Dewi mengatakan, sebanyak 3.133 dugaan pelanggaran tersebut diperoleh dari hasil temuan pengawas lapangan sebanyak 2.038 dugaan, serta sisanya dari laporan masyarakat, pasangan calon dan pemantau pemilu sebanyak 1.095 laporan.

Ribuan laporan dan temuan tersebut terdiri atas 291 pelanggaran pidana, 853 pelanggaran administrasi, 114 pelanggaran kode etik, dan 712 pelanggaran hukum lainnya yang menyangkut keterlibatan aparatur sipil negara.

Namun tak semua laporan itu diproses. Ada 619 laporan dikategorikan tidak terbukti sebagai pelanggaran setelah dilakukan pemeriksaan oleh Bawaslu.

Ratna menyebutkan dugaan pelanggaran tertinggi ditemukan di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan jumlah 220 laporan masyarakat dan 286 temuan pengawas pemilu.

Dugaan pelanggaran tersebut antara lain politik uang dan perbuatan yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon kepala daerah.

"Tahapan penyelenggaraan tertinggi terjadi di tahapan kampanye. Jadi selama tahapan pendaftaran sampai rekapitulasi, setelah kami rekap, kemudian kami dapatkan pelanggaran tertinggi terjadi di tahapan kampanye, yaitu sebanyak 1.333 dugaan pelanggaran," jelas Ratna.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Abhan menyebutkan 41 anggota pengawas di daerah mengalami kerugian selama pelaksanaan tahapan Pilkada serentak pada 27 Juni lalu. Ada yang meninggal dunia, kecelakaan dan mendapat ancaman.

"Kategori meninggal dunia dari tahapan awal ada 19 personel, kecelakaan ada sembilan orang, dan yang mendapat intimidasi dari tim sukses maupun pihak-pihak lain itu ada 13 orang," ujar Abhan.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500