Ilustrasi garis polisi, Foto: Kriminologi.id

Bercak Darah Hilang, Pembunuhan PRT di Batang 2 Tahun Misteri

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 10:50:41 WIB

Kriminologi.id - Kasus pembunuhan terhadap seorang asisten rumah tangga Haniah (30), di Batang, Jawa Tengah, masih menjadi misteri sejak 4 Desember 2016. Polres Batang kesulitan mengungkap kasus itu mayat dipindahkan dari awal kejadian dan bercak darah yang sudah dibersihkan.

Terkait pengungkapan kasus itu, Polres Batang, Polda Jawa Tengah telah memeriksa 15 saksi atas pembunuhan warga Gapura, Kecamatan Warungasem.

Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga, mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan proses pengungkapan terhadap kasus pembunuhan tersebut.

“Kami tidak mengabaikan terhadap kasus pembunuhan itu dan masih terus melakukan penyelidikan. Polisi telah memeriksa 15 saksi, meminta masukan pada Mabes Polri, dan lima kali melakukan gelar perkara pada Komisi III DPR RI, Ombudsman, Kompolnas, Inspektorat Mabes Polri, dan Polda Jateng tetapi hingga kami masih kesulitan mengungkap kasus tersebut," kata Edi di Batang, Rabu, 29 Agustus 2018.

Edi mengatakan beberapa hambatan pengungkapan kasus itu, antara lain kondisi status quo yang sudah berubah, mayat dipindahkan dari awal kejadian, bercak darah yang bercecer di lantai sudah dibersihkan, dan masyarakat yang sudah banyak masuk ke tempat kejadian perkara.

Menurut Edi, pengungkapan kasus pembunuhan yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini masih menjadi prioritas polres.

"Itu semua, kami lakukan agar pengungkapan kasus itu tidak menyalahi prosedur hukum, termasuk polres juga telah membalas surat dari sejumlah pihak yang menanyakan sejauh mana kasus itu ditangani oleh polisi," ujar Edi.

Edi menjelaskan, ada 3 kategori investigasi atas pengungkapan kasus perkara, yaitu sedang, sulit, dan sangat sulit. Adapun kasus pembunuhan terhadap Haniah tersebut masuk dalam kategori sangat sulit.

"Kami yakin jika sudah ada campur tangan Tuhan maka kasus pembunuhan itu akan terungkap. Kami mencontohkan kasus pembunuhan terhadap tiga korban yang sudah berlangsung selama tiga tahun akhirnya bisa terungkap," ujar Edi.

Pembunuhan terhadap Haniah terjadi pada 4 Desember 2016. Haniah ditemukan tewas di dalam garasi mobil rumah Masrukhin, majikan korban, di Desa Gapuro, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Jasad Haniah ditemukan sekitar pukul pukul 07.30 WIB. Saat ditemukan kondisi Haniah bersimbah darah di bagian belakang kepala. Selain itu, tulang leher korban juga patah. Hasil dari outopsi dinyatakan korban meninggal akibat dibunuh.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500