Ilustrasi penangkapan perampok (07/08/2018). Ilustrasi: Tribratanews

Bidan Aborsi di Medan Pasang Tarif Gugurkan Kandungan Rp 6 Juta

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 08:35:05 WIB

Kriminologi.id - Polisi menangkap bidan pensiunan pegawai negeri sipil atau PNS yang sedang mengaborsi pasiennya di tempat praktik Jalan Sisimangaraja, Kelurahan Sitirejo, Kota Medan, Sumatera Utara.

Dalam melakukan praktik aborsi, bidan tersebut memasang tarif untuk menggugurkan kandungan sebesar Rp 6 juta.  

Bidan berinisial NFT alias T (69) dibekuk bersama KFS alias Tika (21) pasiennya yang hendak menggugurkan kandungan berusia 4 bulan. Keduanya mendekam di Polda Sumut.  

Penangkapan ini bermula dari kecurigaan polisi terhadap rumah praktik aborsi. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mendapatkan seorang wanita berusia 21 tahun yang menjadi pasiennya. 

"Keduanya ditangkap di rumah yang dicurigai jadi tempat praktik aborsi ilegal. Dalam rumah itu petugas menemukan NFT yang sedang melakukan tindakan medis terhadap seorang pasien, yakni KFS yg diketahui akan melakukan aborsi terhadap janinnya yang telah berusia 4 (empat) bulan di kandungan,” ujar Kanit 3 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Sumut, Kompol Wira di Mapolda Sumut, seperti dilansir lumbungnews.com, Rabu (29/8/2018).   

Wira menambahkan dalam penangkapan ini, pihaknya mengamankan barang bukti uang Rp 5 juta serta peralatan yang diduga digunakan untuk kepentingan aborsi.Bidan aborsi dan Tika teah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepada polisi, bidan NFT mengaku telah menjalankan praktik aborsi sejak tahun 2012.

"Diketahui pelaku NFT sudah menjalankan praktik illegalnya dari tahun 2012. Diduga Pelaku sudah aborsi lebih dari 5 pasien. Dan terhadap pasien yg terakhir ini pelaku mendapat upah jasa dari Pasien sebesar 6 juta,” pungkas Kompol Wira.

Peraturan yang dilanggar kedua tersangka yakni Ketentuan pidana yang diterapkan, Pasal 194 jo psl 75 ayat (2) UU. R.I. no. 36 Thn 2009 ttg UU Kesehatan, ancaman paling lama 10 tahun denda Rp 1 Milliar dan Pasal 86 jo pasal 46 Ayat 1 UU. R.I. No. 36 Thn 2014 tentang Tenaga Kesehatan ancaman denda Rp 100 juta.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500