Satpol PP Pemkab Garut (12/06/2018). Foto: LinmasKabGarut

Bioskop Garut XXI Disegel Satpol PP, Pembukaan Dihadiri Istri Bupati

Estimasi Baca:
Selasa, 12 Jun 2018 20:30:41 WIB

Kriminologi.id - Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP menutup paksa Bioskop Garut XXI yang berada di Ramayana Mall, Garut Kota, Jawa Barat, Selasa, 12 Juni 2018.

Penutupan paksa dengan cara menyegel gedung bioskop itu dengan alasan tidak memiliki izin. 

Bioskop Garut XXI itu baru sehari dibuka. Pembukaan bioskop itu, Senin, 11 Juni 2018 yang  dihadiri oleh Diah Kurniasari, istri Bupati Garut dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Basuki Eko. 
   
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Pemerintah Kabupaten Garut, Frederico mengatakan bahwa penyegelan Bisokop XXI yang dilengkapi dengan lima studio deluxe itu sudah sesuai dengan peraturan daerah dan peraturan bupati.

Frederico menuturkan bahwa Satpol PP sudah berkali-kali melayangkan surat kepada manajemen bioskop Garut XXI untuk menyelesaikan segala perizinannya. Akan tetapi, peringatan itu tidak mendapatkan respons hingga beroperasi.

"Ternyata kurang mengindahkan teguran dari pemda sehingga Satpol PP melakukan penyegelan," katanya.

Surat teguran pertama, kata Frederico, dilayangkan Satpol PP dengan jangka waktu selama 7 hari, kemudian menyusul teguran kedua dan ketiga dengan jangka waktu masing-masing tiga hari. Hingga keluar surat peringatan terakhir menyegel bioskop yang memiliki daya tampung 698 penonton itu.

Proses penyegelan itu diberi waktu toleransi sampai pukul 23.00 WIB karena banyaknya warga yang sudah memesan tiket nonton film di bioskop tersebut.

"Karena pengunjungnya begitu banyak masuk ke bioskop, pada pukul 23.00 akan dilakukan penyegelan permanen," katanya.

Penyegelan tersebut akan dibuka dengan catatan pihak mengelola bioskop tersebut memenuhi prosedur perizinannya.

"Kalau ada resmi izin dari Pemerintah Kabupaten Garut selesai, baru dibuka kembali," katanya.

Manajer Operasional Bioskop Garut XXI Rizky menyatakan bahwa penyegelan itu terkait dengan belum adanya izin mendirikan bangunan (IMB).

Menurut dia, persoalannya ada pada pemilik tempat, yakni pihak Ramayana Mall, bukan pada pengelola bioskop.

"Yang dipermasalahkan IMB-nya, dan itu seharusnya dituju kepada pihak Ramayana karena kami sebagai penyewa," kata Rizky.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500