Ilustrasi aplikasi WeChat dan Beetalk. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Bisnis Prostitusi Online, Polisi Minta Kominfo Blokir Aplikasi WeChat

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 15:10:14 WIB

Kriminologi.id - Polisi akan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir sejumlah aplikasi chatting yang disinyalir kerap digunakan pekerja seks komersil untuk menjalankan bisnis prostitusi online ke apartemen-apartemen, di antaranya di Kalibata City dan Margonda Residence.

Dikonfirmasi via telepon selular, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Depok, Kompol Bintoro menjelaskan hal itu. Pihaknya segera berkoordinasi dengan Kominfo agar segera menindaklanjuti aplikasi chat yang kerap digunakan untuk menarik setia pelanggan.

"Bukan aplikasi WeChat nya yang diblokir tapi penggunanya yang memanfaatkan aplikasi itu sebagai sarana prostitusi," ujar Bintoro kepada Kriminologi.id, Selasa, 28 Agustus 2018.

Dengan menggandeng kementerian terkait, Bintoro menjelaskan, ia berharap agar pihak Kemkominfo segera bertindak untuk mendeteksi dan membekukan setiap akun BeeTalk dan WeChat yang kerap digunakan para Pekerja Seks Komersial dalam mempromosikan layanan wisata birahinya.

“Di sini, kami jelas membutuhkan bantuan mereka untuk mendeteksi dan nge-block akun-akun PSK yang menggunakan WeChat atau BeeTalk sehingga kedua aplikasi tersebut tidak akan lagi digunakan untuk kegiatan prostitusi online,” kata Bintoro.

Keberadaan prostitusi online di apartemen, kata Bintoro, dianggap sebagai permasalahan yang kompleks. Oleh karena itu, untuk memberantasnnya memerlukan koordinasi antara polisi, Pemerintah Kota Depok, dan pihak-pihak lain yang terkait.

"Keberadaannya ini memang kompleks. Banyak pihak yang harus turun tangan bekerja sama untuk membantu pihak kepolisian, mulai dari pemerintah kota sampai masyarakat sehingga kami bisa mengatasi praktek prostitusi online ini,” kata Bintoro melanjutkan. 

Pihaknya berharap, ke depan akan ada hukuman yang tepat bagi para pelaku bisnis prostitusi online. Ia mencontohkan, dengan mengganjar pelaku bisnis prostitusi  online itu dengan sanski sosial. 

“Kami berharap pihak kepolisian bekerja sama dengan Pemkot Depok, jaksa, dan hakim untuk mengkaji hukuman bagi pelaku prostitusi online agar mereka jera, misalnya menggunakan sanksi sosial dengan cara menyebarluaskan wajah para PSK di kawasan Margonda Residence, ya semacam pemberian rasa malu agar ada efek jera bagi mereka,” ujar Bintoro tegas.

Terkait dengan maraknya bisnis tersebut di apartemen-apartemen, khususnya di Margonda Residence, Bintoro menambahkan, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pengelola apartemen. Menurutnya, mereka ikut bertanggung jawab agar pemilik unit tidak lagi menyewakan unitnya kepada PSK maupun muncikari.

“Tentunya kami juga panggil pengelola Margonda Residence agar bisa dilihat bagaimana peran mereka dalam masalah ini. Keterangan dari mereka akan berguna sehingga bisa kami jadikan acuan untuk mengantisipasi masalah ini di kemudian hari,” kata Bintoro

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500