Herdi Sibolga korban penembakan di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Bisnis Solar Melatari Penembakan Herdi Sibolga, Warga: Banyak Pesaing

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 16:55:04 WIB

Kriminologi.id - Penembakan Herdi Sibolga yang ditemukan tewas di Penjaringan, Jakarta Utara disebut polisi karena persaingan bisnis solar antara Herdi dengan AX yang merupakan otak pelaku pembunuhan. Bisnis penyaluran solar untuk kapal yang ditekuni Herdi itu berada di suatu pelabuhan di Jakarta Utara.

Seorang petugas pelayanan pelabuhan bernama Baharudin mengatakan, persaingan bisnis solar di pelabuhan tersebut memang terkenal ketat.

Ketatnya persaingan bisnis karena pemain di bisnis itu bukan kalangan pebisnis solar saja tetapi terdapat juga pemain lain yakni pengurus izin kapal. Herdi sendiri diketahui sebagai pengurus izin kapal, dan dikenal sebagai pemain baru di bisnis solar untuk kapal ini.

"Di sini itu banyak orangnya (pemain), jadi ada yang ngurus bahan bakar dan itu juga mereka saingan. Kalau makin banyak kenalan pemilik kapal, ya pasti dapat banyak," kata Burhanudin ditemui Kriminologi.id di lokasi, Jumat, 3 Agustus 2018.

Burhanudin mengatakan, persaingan ketat bukan tidak mungkin terjadi permusuhan. Bahkan, tak jarang terjadi percekcokan ataupun perkelahian. Namun, Burhanudin mengatakan, sepengetahuan dirinya baru kali ini terjadi persaingan yang berujung penembakan. 

Pengakuan yang sama diungkapkan petugas keamanan pelabuhan bernama Risdianto. Dia mengatakan munculnya persangian bisnis solar di pelabuhan ini lantaran siapapun bisa saja ikut dalam bisnis menggiurkan itu.

"Setahu saya semua bisa ikut asal ada kenalan sama pemilik kapal," kata Risdianto.

Nama Herdi Sibologa, meski tergolong baru cukup terkenal di kawasan itu. Risdianto mengatakan, mereka mengenal Herdi sebagai bos minyak dengan namanya yang lain yakni Acuan.

Namun, dirinya juga tak menyangka bahwa akibat bisnis itu, sosok Acuan yang dikenalnya baik itu tewas ditembak.

"Emang dikenalnya bos minyak disini. Tapi emang baru-baru ini deh ikut bisnis solar gitu. Saya enggak nyangka lah sampai ditembak begitu," ujar Risdianto.

Sebelumnya Kriminologi mendapat informasi bahwa Herdi mengalahkan AX dalam tender penyaluran solar untuk kapal.

Padahal, Herdi adalah pendatang baru, sementara AX adalah pemain lama dalam bisnis tersebut.

Kehadiran Herdi dalam bisnis penyaluran solar untuk kapal itu tak pelak mengusik eksistensi AX sebagai pemain lama di bisnis tersebut.

Selain mengusik eksistensinya, AX merasa keuntungan yang diraihnya dari bisnis penyaluran solar untuk kapal menjadi berkurang sejak kehadiran Herdi. Kekalahan itulah yang diduga kuat melatari AX mencari orang untuk menembak mati Herdi.

"Korban (Herdi) sudah menang dengan benar tapi si pelaku (AX) ini karena sudah merasa orang lama tapi penjualannya kurang, jadi merencanakan itu (penembakan)," ucapnya.

Namun pemberi informasi tersebut mengaku tak tahu nilai nominal tender penyaluran solar yang dimenangkan Herdi itu.

Akan tetapi, menurut yang ia ketahui, laba dari bisnis penyaluran solar itu mencapai miliaran rupiah. 

"Kalau nominal ya enggak tahu pasti jumlahnya. Tapi bisa dibayangkan aja kalau per-hari berapa kapal yang merapat untuk isi bahan bakar," katanya. MG | RZ

 

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500