Rusun Tahap 3 Kemayoran di Jalan Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Erwin/Kriminologi.id

Bocah 9 Tahun Tewas Mengenaskan Tertimpa Konblok Saat Jajan Cilok

Estimasi Baca:
Minggu, 9 Sep 2018 15:05:17 WIB

Kriminologi.id - Andri Wibowo (9), siswa Sekolah Dasar Kebon Kosong 05 Pagi, Kemayoran, Jakarta Pusat, tewas tertimpa konblock dari Rusun Tahap 3 Kemayoran di Jalan Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 September 2018. Korban tewas dengan kondisi kepala pecah karena tertimpa batu dari gedung rusun itu saat membeli jajanan cilok.

Kriminologi.id mendatangi lokasi kejadian yang terletak di Jalan Dakota V RT 06/09, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 9 September 2018. Mujiono, seorang warga sekitar yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut menyatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

Rusun Tahap 3 Kemayoran di Jalan Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Erwin/Kriminologi.id
Rusun Tahap 3 Kemayoran di Jalan Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Erwin/Kriminologi.id

Pria yang akrab disapa Babeh Kumis itu menjelaskan, kala itu Andri tengah bersama kedua temannya, Reyhan dan Iqbal di pinggiran Jalan Dakota V.

"Sebelum kejadian, Andri itu lagi maen sama temennya, si Iqbal sama si Reyhan. Mereka emang warga sini, si Iqbal tinggal di Rusun Tahap 3 di lantai 12, si Reyhan di RT 07, nah si Andri tinggalnya engga jauh dari lokasi rusun, masih termasuk RT 06. Kemarin mereka lagi pada mau jajan cilok," ujar Mujiono kepada Kriminologi.id, Minggu, 9 September 2018.

Menurut Mujiono, lokasi di pinggiran Jalan Dakota V yang berada di bawah gedung Rusun Tahap 3 tersebut memang menjadi salah satu tempat favorit bagi penjaja kaki lima.

"Emang biasanya pada nongkrong di situ. Kalau dari siang sampe sore paling tukang cilok, tukang rujak, sama minuman dingin. Kalau malem baru tukang nasi goreng," imbuh Mujiono.

Ia menambahkan, kala Andri dan kedua temannya tengah menunggu pesanan cilok mereka, sebongkah batu konblok jatuh dari gedung.

"Sebelum kena kepalanya, konbloknya kena kabel dulu, pas kena kabel udah kedengeran suara jatuhnya. Eh, pas saya liat ke arah situ, ternyata kena si Andri," kata Mujiono.

Warga sekitar yang kala itu menyaksikan kejadian tersebut langsung panik. Pasalnya saat itu usai tertimpa batu, kepala Andri mengalami luka serius hingga hancur.

Rusun Tahap 3 Kemayoran di Jalan Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Erwin/Kriminologi.id
Rusun Tahap 3 Kemayoran di Jalan Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Erwin/Kriminologi.id

Setelah kepalanya tertimpa konblok tersebut, Andri langsung roboh seketika. Mujiono dan tukang cilok yang kala itu menyaksikan langsung menggotong Andri ke sisi jalan.

Darta, salah seorang warga sekitar turut menjelaskan, ketika di bawa ke pinggir jalan, Andri terlihat bernapas, namun setengah-setengah.

"Kami langsung kasih tau orang tuanya, kebetulan orang tuanya kan biasanya jualan kopi. Tapi pas kejadian, mereka belum berangkat," tutur Darta.

Mujiati, ibu kandung Andri, kala itu tengah menyiapkan dagangannya berupa kopi dan air mineral. Setiap hari, dia berdagang keliling sekitar Kemayoran menggunakan sepeda. 

"Awalnya, bu Muji ngira saya becanda, terus dia jalan ke depan ke sekitar lokasi kejadian, eh pas liat anaknya udah gitu dia langsung teriak-teriak histeris, hampir mau pingsan," tutur Mujiono.

Melihat anaknya terkapar, Mujiati lantas berteriak memanggil nama suaminya, Rusiman yang kala itu tengah membeli es batu. Andri langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Kemayoran dengan digendong oleh ayahnya. 

“Dibawa sama bapaknya sambil digendong, karena tinggal nyebrang," tutur Darta.

Namun saat di ruang IGD RS Mitra Kemayoran, dokter jaga menyatakan bahwa nyawa Andri sudah tidak bisa tertolong lagi. Begitu diletakkan di ranjang pasien, Andri terlihat mengehela napas panjang satu kali dan meninggal dunia.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500