ilustrasi buku nikah. Foto: Ist/Kriminologi.id

Buku Nikah Baru di Kantor KUA Kediri Hilang, Pintu Lemari Terbuka

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 16:20:50 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak 70 buku nikah kosong alias belum pernah terpakai yang disimpan dalam lemari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur hilang. Puluhan buku tersebut ditengarai telah dicuri oleh sindikat pemalsu dokumen pernikahan sebab salah satu pintu kantor KUA terbuka pada pagi hari.

Pencurian buku nikah itu pertama kali diketahui oleh salah seorang staf yang pertama kali datang ke kantor, Senin, 27 Agustus 2018. Begitu melihat lemari terbuka, staf KUA Kecamatan Kras itu curiga hingga dirinya menghubungi staf lainnya untuk mengabarkan peristiwa tersebut. 

“Merasa curiga telah terjadi pencurian, tetapi tidak memiliki nomor handphone (HP) milik pimpinan, akhirnya menelpon teman lainnya. Setelah itu, Kepala KUA langsung datang ke lokasi,” kata Wakil Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, Musyadad, Rabu, 29 Agustus 2018, seperti dilansir dari beritajatim.com.

Dugaan pencurian ini, kata Musyadad, berlangsung pada Minggu, 26 Agustus 2018, malam hari. Hilangnya puluhan buku itu baru diketahui oleh salah seorang staf pada Senin, 27 Agustus 2018 pagi. 

Atas hilangnya buku-buku nikah tersebut, kata Musyadad, Kepala KUA Kras langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat. Tak lama berselang, anggota polisi tiba dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) selama sekitar 30 menit.

Dari olah TKP itu, petugas mengetahui ada beberapa barang hilang yakni sebuah LCD Proyektor dan 70 buah buku nikah kosong di lemari.

“Untuk LCD proyektornya seharga kurang lebih Rp 4 juta. Sedangkan untuk buku nikahnya ini semua dalam keadaan kosong. Buku tersebut berada dalam kemasan karton yang disimpan di lemari. Akhirnya kita membuat berita acara tentang peristiwa ini saat itu juga,” kata Musyadad.

Terkait dengan pencurian puluhan buku nikah ini, pihak Kementerian Agama Kabupaten Kediri mencurigai adanya motif tertentu, mengingat kejadian serupa pernah terjadi di KUA Kecamatan Ngadiluwih, beberapa tahun silam. Pelaku ditengarai adalah sindikat pemalsu dokumen pernikahan.

“Kok yang diambil buku nikah ini ada alasan apa. Ini yang masih menjadi misteri. Kalau melihat rentetan dimana-mana hampir sama. Bisa juga ada penadahnya. Pernah ada satu jamaah haji asal Indonesia yang ditemukan membawa satu koper buku nikah dan ternyata di sana dijual. Bisa jadi ada kepentingan di sana. Bisa jadi orang memalsukan dokumen pernikahan dengan buku nikah kosong tersebut,” ucapnya. 

Untuk itu, Kantor Kemenag Kabupaten Kediri langsung mengambil langkah-langkah antisipatif dengan memblokir seluruh buku nikah yang dicuri itu menggunakan sebuah sistem yang ada di Kementerian Agama RI melalui nomor register yang tertera.

Selanjutnya, nomor seri yang terblokir tersebut disebar ke seluruh Kantor KUA di Indonesia. Sehingga, apabila ada seseorang menggunakan buku nikah palsu dengan nomor register yang terblokir, maka dapat diketahui. 

KOMENTAR
500/500