Kecelakaan bus karyawan dealer PT Catur Putra Group Bogor. Foto: Facebook Heroe

Bus Maut Sempat Dua Kali Rusak Sebelum Masuk Jurang di Sukabumi

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 08:05:40 WIB

Kriminologi.id - Kepala Korlanas Polri Irjen Pol. Refdi Andri mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan bus maut bernomor polisi B-7025-SAG yang menewaskan 21 orang. 

Bus yang dalam perjalanan menuju objek wisata arung jeram sebelum masuk jurang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ia menjelaskan, sempat dua kali rusak.

"Tim terus bekerja untuk menemukan fakta baru, baik dari keterangan saksi maupun hasil olah TKP yang nantinya dianalisis," kata Refdi Andri di Sukabumi, Minggu, 10 September.

Ia menjelaskan, kejanggalan yang ditemukan terkait dengan kecelakaan bus tersebut adalah kondisi bus yang sudah tidak laik jalan tetapi tetap beroperasi tanpa mengindahkan keselamatan penumpang yang akhirnya terjadilah kecelakaan maut ini.

Kejanggalan lainnya, menurut Refdi, perusahaan otobus ini tidak melakukan uji KIR selama empat periode atau dua tahun. Dengan demikian, kendaraan tersebut dalam kondisi rusak karena tidak terawat, bahkan fungsi rem pun kurang sempurna.

Pemilik bus ini pun dinilai mengabaikan kewajibannya seperti tidak membayar pajak kendaraannya. Belum lagi soal pengemudi yang saat kejadian ternyata bukan dikendarai sopir utamanya, melainkan kernetnya.

Menyinggung masalah asuransi, Refdi mengungkapkan bus itu tidak diasuransikan, apalagi penumpangnya. Hal ini seharusnya menjadi kewajiban pihak PO. Dilihat dari fakta itu saja sudah terlihat banyak yang diabaikan.

"Maka dari itu, polisi akan menelusuri perusahaan tersebut apakah hanya bus ini saja yang 'terabaikan' atau bus lainnya. Seharusnya orientas PO adalah keselamatan penumpang dan orang lain, jangan hanya mau menerima hasilnya saja," ujarnya.

Refdi menyebutkan dari hasil pemeriksaan maupun penyelidikan dan penyidikan relatif banyak kelalaian sehingga mulai terungkap penyebabnya. Akan tetapi, masih perlu analisis yang mendalam.

"Tim dari Korlantas, Polda Jabar, dan Polres Sukabumi masih terus bekerja hingga terungkap penyebabnya," katanya.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500