Hotel Cordex di Jakarta Utara. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Cara Hotel Cordex Usir Pelaku Prostitusi yang Hendak Check In

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 15:00:20 WIB

Kriminologi.id - Manajemen Hotel Cordex tak menyangkal telah dijadikan lokasi prostitusi online. Seringkali tamu yang datang ke hotel di kawasan Ancol, Jakarta Pusat itu menunjukkan gelagat mencurigakan.

Manajer Hotel Cordex, Hendi Gustaman menceritakan beberapa modus pengunjung hotel yang dicurigai hendak melakukan praktik prostitusi di tempatnya bekerja itu. 

Salah satu modusnya ialah para pelaku prostitusi kerap datang ke hotel dan check in pada malam hari, namun tanpa membawa pakaian ganti.

"Kalau tamu laki laki dan perempuan datang tanpa membawa pakaian ganti, atau check in-nya malam malam, kita langsung bilang 'kamar full' jadi enggak bisa sembarang tamu," terang Hendi ditemui Kriminologi.id, Senin 3 September 2018.

Selain modus check in tengah malam, Hendi pun menceritakan modus lain yang kerap ia temukan di Hotel Cordex.

"Kadang tidak berdua. Strateginya begini, datang laki-laki dulu, dan kemudian baru datang perempuannya. Pas yang perempuan datang, baru kita tanya tujuannya apa dan minta KTP. Kalau dirasa mencurigakan kita bisa tolak," lanjutnya. 

Soal penangkapan muncikari di kamar 209 pada 1 September 2018 lalu, Hendi mengatakan manajemen pada awalnya tidak tahu ada praktik prostitusi yang terjadi di hotel.

Hendi juga membantah pernah berhubungan dengan para muncikari prostitusi online guna bekerjasama sebagai penyedia tempat mesum.

"Kami tidak tahu perihal muncikari itu. Saya justru baru tahu karena penangkapan kemarin. Yang jelas kami sangat menentang adanya kegiatan prostitusi di hotel Cordex," tegasnya.

Praktik prostitusi di Hotel Cordex terungkap setelah petugas Polres Tanjung Priok mengamankan seorang tersangka yaitu Lamhari Kurniawan alias Alam, anggota sindikat prostitusi online yang menawarkan jasa pemuas birahi melalui media sosial Facebook.

Untuk menangkap Alam, polisi berpura-pura sebagai pelanggan dan hendak memakai jasa tersebut.

Dalam kesepakatan dengan tersangka, polisi yang menyamar menyanggupi untuk transfer tanda jadi Rp 500.000 dari tarif Rp 1,5 juta. Setelah mentransfer sejumlah uang yang diminta tersangka, polisi langsung menuju ke Hotel Cordex.

Di kamar bernomor 209 , Alam dan seorang wanita berinisial AB telah menunggu. Tersangka terkejut saat kedatangan para petugas. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya Alam dibekuk polisi tanpa perlawanan.

Reporter: Walda Marison
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500