Rumah Kapitra Ampera di Jalan Tebet Dalam Timur 8, Jakarta Selatan. Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Cari Tahu Pelempar Molotov, CCTV Rumah Kapitra Diperiksa Labfor

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 16:30:55 WIB

Kriminologi.id - Polisi memeriksa rekaman CCTV rumah Kapitra Ampera untuk mengetahui pelaku pelemparan molotov. Berdasarkan rekaman CCTV dari rumah Kapitra, pelaku sempat memantau kondisi lingkungan sekitar rumah sebelum melemparkan bom molotov.

"CCTV masih kami dalami karena ada beberapa orang yang mengamati rumah itu, mengamati sampai dia (pelaku) melemparkan (bom molotov)," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. 

Rumah Kapitra Ampera berada di Jalan Tebet Timur Dalam VIII Nomor 16 RT 02 RW 09, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. 

Menurut Indra, pelaku pelemparan molotov rupanya tak langsung melempar molotov ke rumah mantan pengacara Imam FPI Habib Rizieq Syihab itu.

Setelah memantau kondisi, pelaku sempat meninggalkan rumah tersebut beberapa waktu.

"Beberapa menit saja ya (mengamati rumah Kapitra). Dia (terduga pelaku) pergi dulu terus kembali lagi (ke rumah Kapitra)," tutur Indra.

Meksi terekam CCTV, Indra mengaku polisi belum menjelaskan secara detil ciri-ciri kedua pelaku, nomor polisi sepeda motor pelaku, termasuk jenis kendaraan yang digunakan saat melancarkan aksinya.

Indra mengatakan, rekaman CCTV tengah diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. 

"Kami belum bisa melihat data CCTV sampe situ (ciri-ciri dan jenis kendaraan), makanya hasil rekamannya kami kirim ke Labfor Polri untuk didalami karena mereka alatnya lebih memadai. Kami akan segera kenali ciri-ciri pelakunya," kata Indra.

Di sisi lain, Kapitra mengaku kerap mendapat teror dari berbagai pihak sebelum insiden pelemparan molotov di rumahnya.

Teror tersebut kerap ia terima melalui pesan dari aplikasi WhatsApp dan beberapa pesan singkat lainnya. Menurut mantan pengacara Rizieq Shihab ini, rentetan teror kerap ia terima usai masuk menjadi kader PDI Perjuangan. MG | RZ

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500