Ilustrasi miras (25/07/2018). Ilustrasi: antaranews

Cegah Penyelundupan Miras, Bandara Timika Perketat Pemeriksaan Barang

Estimasi Baca:
Senin, 13 Ags 2018 09:50:15 WIB

Kriminologi.id - Pengawasan ketat terhadap barang bawaan penumpang maupun pilot yang melintas di bandara Mozes Kilangan, Timika guna mencegah penyelundupan minuman keras.

Pemeriksaan ini terutama pada barang bawaan calon penumpang atau pilot maskapai penerbangan yang melintas di bandara tersebut. 

Aksi ini dilakukan lantaran petugas kemanan dan Polres Mimika, Papua telah menyita ratusan botol miras dan ribuan anak panah.

"Semua barang bawaan penumpang yang hendak berangkat maupun tiba di Timika tentu harus diperiksa oleh petugas internal bandara maupun peralatan X-Ray yang sudah terpasang. Kami juga menempatkan personel kepolisian baik di bandara lama maupun bandara baru untuk melakukan pengawasan," kata Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, Senin, 13 Agustus 2018.

Agung mengatakan, petugas Bandara Mozes Kilangin Timika telah banyak menyita minuman beralkohol maupun alat tajam berupa peralatan perang tradisional (panah). Dua hari lalu, yakni Sabtu, 11 Agustus 2018, kata Agung, pihaknya memusnahkan 185 botol minuman keras beralkohol pabrikan maupun minuman lokal.

Miras yang dimusnahkan itu merupakan hasil penyitaan petugas dari barang bawaan penumpang saat tiba di Bandara Timika. Minuman beralkohol pabrikan tersebut berasal dari Timika.

Sementara minuman beralkohol lokal seperti jenis sopi, cap tikus dan lainnya disita dari penumpang yang hendak berangkat dari Timika ke beberapa daerah di wilayah pedalaman Papua.

Dari jumlah itu, sekitar 85 botol miras dibuat oleh pabrikan semisal vodka, wiski, red label, dan anggur. Sedangkan miras lainnya merupakan minuman lokal.

Kapolsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin Timika Iptu Robert Tamalea mengatakan berbagai jenis minuman impor yang dimusnahkan itu hasil sitaan dari salah seorang pilot saat tiba di Bandara Timika beberapa waktu lalu.

Adapun minuman keras itu seperti vodak, red label dan sebagainya. Pilot tersebut bertugas di salah satu maskapai penerbangan yang beroperasi di Timika. Pelaku membawa satu koper penuh berisi miras tersebut.

Saat ini pilot tersebut telah mendapatkan sanksi pencabutan lisensinya. 

Saat yang bersamaan, polisi juga memusnahkan 1.000 pucuk anak panah, sembilan busur panah, dan 10 tali busur panah. Barang-barang tersebut polisi amankan dari sejumlah warga asli Papua saat terjadi konflik antarkelompok warga di Kwamki Lama beberapa waktu lalu.

Senjata perang tradisional tersebut dibawa para penumpang dari pedalaman Papua seperti dari Ilaga, Jila dan Puncak Jaya yang menggunakan jasa penerbangan pesawat perintis ke Timika.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500