Polda NTB kerahkan polwan untuk berikan trauma healing pada korban gempa di NTB. Foto: Tribratanews

Cegah Trauma Berkepanjangan, Polwan Hibur Anak-anak Korban Gempa

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 11:10:57 WIB

Kriminologi.id - Anak-anak korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat atau NTB bernyanyi dan bergembira bersama dengan polisi wanita Polda NTB. 

Kegiatan ini dilakukan untuk pemulihan trauma/Trauma Healing bagi anak-anak korban gempa di Lombok agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

"Polwan Polres Lombok Timur melaksanakan Trauma Healing kepada anak-anak yang mengalami korban gempa berupa hiburan dan permainan dengan tujuan agar anak-anak tidak merasakan trauma yang berkepanjangan," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. M Iqbal. 

polda ntb berikan trauma healing
Polwan dari Polda NTB memberikan hiburan dan permainan bagi anak-anak korban gempa untuk menghilangkan trauma berkepanjangan. 

Iqbal menjelaskan selain menampilkan hiburan dan permainan, para polwan ini juga memberikan beberapa bingkisan kepada anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan. 

Pada foto-foto terlihat puluhan anak-anak duduk rapi di alas tenda plastik biru. Sebagian dari mereka memegang balon yang dibagikan oleh polwan, dan yang lainnya duduk mendengarkan anggota polwan yang berada di podium utama. 

polda ntb berikan trauma healing
Polwan dari Polda NTB memberikan hiburan dan permainan kepada anak-anak korban gempa Lombok.

Lokasi pemulihan trauma ini pun di area terbuka, yang disampingnya masih terlihat hamparan sawah. Bukan hanya anak balita saja yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. 

Bocah yang duduk di bangku sekolah dasar atau SD pun terlihat larut dalam acara itu. Tidak sedikit kaum ibu berdiri di pinggiran tenda menyaksikan anak-anaknya bergembira bersama polwan. 

Selain mengerahkan para personel polwan, polda NTB juga menerjunkan Tim Pelayanan Psikologi untuk membantu para korban bencana alam di Lombok Utara tersebut.

Seperti diketahui jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi telah menembus angka 226 orang. Demikian disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi.

"Sudah 226 saudara-saudara kami yang wafat sampai saat saya bicara ini. Mudahan tidak terus bertambah terlalu banyak karena masih banyak wilayah-wilayah yang belum terjangkau," kata Tuan Guru Bajang (TGB), sapaan akrab Gubernur NTB, di Kabupaten Lombok Utara, Rabu, 8 Agustus 2018.

KOMENTAR
500/500