Hotel Tanjung Kait, lokasi penangkapan pelaku perdagangan orang. Foto: Risky Aditya/Kriminologi.id

Cerita Warga Soal Hotel Tanjung Kait, Lokasi Penangkapan Trafficking

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 14:39:38 WIB

Kriminologi.id - Donny Hidayat (18), pelaku perdagangan orang atau trafficking yang dijadikan sebagai pemuas nafsu ditangkap aparat Polresta Tangerang, Banten ditangkap di Hotel Tanjung Kait yang terletak di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Lokasi tersebut dikenal warga sekitar sebagai tempat pasangan untuk berbuat mesum.

Hotel Tanjung Kait dikenal warga merupakan hotel kelas melati. Kriminologi.id mendatangi kawasan hotel yang berada di sekitaran pantai Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Senin, 16 April 2018.

Menurut salah seorang warga yang bernama Rini, hotel itu kerap dijadikan sebagai tempat untuk bercinta oleh pasangan-pasangan yang berasal dari luar kawasan Tanjung Kait.

"Hotel itu mah pasti ada aja yang ke sana kalo pasangan. Ya sehari bisa dua pasanganlah," ucap Rini kepada Kriminologi.id saat ditemui di lokasi, Senin, 16 April 2018.

Menurut Rini, para pasang yang diduga ingin berbuat mesum itu paling banyak terlihat mendatangi hotel yang berada tepat di pinggir Jalan Raya Tanjung Kait itu pada hari Sabtu dan Minggu.

Bahkan, kata Rini, pasangan-pasangan yang mendatangi penginapan kelas Melati itu tak hanya pasangan remaja. Melainkan, pasangan yang telah berumur dewasa yang diperkirakan berusia sekitar 30 hingga 40 tahun.

"Saya sering lihat aja ada pasangan naik motor masuk ke sana, kebanyakan sih waktu hari libur," ucap Rini.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, pengelola hotel Tanjung Kait bernama Iyan mengatakan bahwa pihaknya telah memberlakukan peraturan di penginapan itu, yaitu para pengunjung penginapan itu diharuskan untuk melapirkan identitasnya jika hedak menginap.

Namun, saat disinggung mengenai tempat penginapan yang dibandrol harga sewa senilai Rp 130 ribu per malamnya itu kerap dijadikan tempat mesum oleh para pengunjung, Iyan mengaku tidak mengetahuinya. 

Menurutnya, pihak hotel hanya menyewakan penginapan itu tanpa menanyakan tujuannya para pengunjung di hotel itu.

"Saya kan menyewakan jasa penginapan jadi kalo ada yang mau menginap ya saya persilakan. Tetapi mereka juga harus memenuhi persyaratannya seperti harus menyerahkan KTP dulu," kata Iyan.

Aparat Polresta Tangerang, Banten, mengungkap kasus perdagangan orang di Kecamatan Mauk, Tangerang, Banten. Dalam pengungkapan ini, sebanyak tiga orang yang masih berusia remaja diamankan. Mereka antara lain DMA (18), pelaku perdagangan orang. Kemudian dua korbannya masing-masing WA (19) dan Yl (16).

Korban berisnial WA merupakan warga Kecamatan Mauk. Sedangkan Yl adalah warga Kecamatan Rajeg yang setiap hari tidak memiliki pekerjaan tetap.

Polisi menyita tisu basah, alat kontrasepsi, uang tunai Rp 1,5 juta, serta kunci kamar hotel. Kasus perdagangan orang di wilayah Tangerang ini terungkap berkat adanya laporan masyarakat. 

Dari keterangan pelaku kepada polisi, dua korban WA dan YI diperdagangkan seharga Rp 500 ribu.

Pihak kepolisian menyita telepon selular milik tersangka dan bukti pembayaran hotel, tempat di mana dua korban wanita itu dijual. Saat ini, pelaku, kedua korban, dan barang bukti telah diamankan di Polresta Tangerang. AS

KOMENTAR
500/500