Cerita Warga Soal Rumah Judi Sawah Besar, Pemain Kerap Pindah Lokasi

Estimasi Baca :

Para pelaku perjudian di Sawah Besar, Jakarta Pusat saat diamankan oleh Polda Metro Jaya, Rabu (14/02/2018). Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Para pelaku perjudian di Sawah Besar, Jakarta Pusat saat diamankan oleh Polda Metro Jaya, Rabu (14/02/2018). Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id
Pihak kepolisian sempat kesulitan dalam mengungkap karena penjagaan yang dilakukan pihak pengelola perjudian itu sangat ketat.

Kriminologi.id - Sebuah rumah judi yang terletak kawasan Jalan Dwi Warna, Gang Buntu, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat menjadi pusat perjudian. Selain menerapkan penjagaan berlapis dan menempatkan mata-mata, lokasi judi yang digelar para bandar kerap dilakukan secara berpindah-pindah tempat.

Petugas gabungan dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya dan Mabes Polri menggerebek rumah judi itu Senin, 12 Maret 2018, sekitar pukul 18.30 WIB.

Kriminologi menelusuri lokasi rumah judi itu Rabu, 14 Maret 2018. Sebuah rumah kosong yang terletak di sebuah gang buntu Jalan Dwi Warna, ternyata adalah rumah judi. Rumah itu berada di urutan kedua dari arah masuknya gang tersebut dan menghadap ke arah utara.

Baca: Markas Judi Sawah Besar, Polisi akan Periksa Tiap Perangkat RT

Lokasi rumah tempat perjudian di Sawah Besar, Jakpus. Foto: Adam Isnan/Kriminologi.id
Lokasi rumah tempat perjudian di Sawah Besar, Jakpus. Foto: Adam Isnan/Kriminologi.id

Sejumlah warga mengatakan bahwa aktivitas rumah judi itu nyaris tidak diketahui warga sekitar. Agus, salah satu warga yang tinggal di sebelah lokasi rumah judi saat ditemui mengaku tidak mengetahui secara rinci. Menurutnya, beberapa kali dia melihat beberapa orang keluar dari rumah judi itu untuk membeli makan.

"Ya ada sekitar empat lima orang beli makan keluar terus masuk lagi ke rumah itu," kata Agus saat ditemui Kriminologi di dekat rumahnya, Rabu, 14 Maret 2018.

Agus juga mengatakan aktivitas judi di rumah itu dimulai saat waktu Maghrib tiba. 

"Jadi setahu saya mereka mulai datang ke rumah judi itu pas Maghrib, mereka datang. Makanya kemarin waktu polisi grebek itu kan pas Maghrib, nah mereka lagi baru mulai itu," ujar Agus.

Selain itu Agus juga mengatakan, polisi hingga kini masih memburu Ketua RT setempat karena disinyalir ikut serta dan mengetahui aktivitas perjudian di rumah itu.

"Itu Ketua RT nya juga lagi dicari, makanya dia sekarang kabur kan, takut dia. Bukan pergi ke luar kota," tuturnya.

Baca: Markas Judi di Sawah Besar Dipagari 3 Pintu Besi Berpenjaga

TKP Rumah Judi, Jalan Dwi Warna Gang Buntu, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat (14/3/2018). Foto; M. Adam Isnan/Kriminologi.id
TKP Rumah Judi, Jalan Dwi Warna Gang Buntu, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat (14/3/2018). Foto; M. Adam Isnan/Kriminologi.id

Sementara itu warga lainnya yang bernama Yeni yang tinggal di sekitar rumah judi mengatakan, pemilik rumah kosong yang menjadi tempat judi itu sudah lama meninggal,

"Ya pemilik uda lama mati mas, ga tahu orang mana. Ya saya denger-denger aja dari warga sini. Yang punya juga ngga jelas sekarang siapa," kata Yeni di sekitar rumahnya.

Pantauan Kriminologi, mayoritas warga yang tinggal di sekitar rumah kosong yang dijadikan pusat perjudian itu merupakan etnis keturunan Tionghoa. 

Warga lainnya yang mengaku bernama Ong yang juga tinggal di sekitar rumah judi itu mengatakan, ia tidak mengetahui secara pasti tentang aktivitas judi di rumah kosong itu.

"Saya kurang tahu juga, tapi yang saya tahu dia itu judinya berpindah-pindah tempat, kadang di sini, kadang juga di tempat lain," ujarnya.

Sementara itu pihak kepolisian yang melakukan penggerebekan itu sempat merasa kesulitan. Pasalnya penjagaan yang dilakukan pihak pengelola perjudian itu sangat ketat. Bahkan penyedia tempat judi memasang sejumlah mata-mata di setiap gang menuju tempat tersebut. 

Baca: Pemilik Rumah Judi Sawah Besar Telah Wafat, Warga Tak Ada yang Kenal

Hal itu dilakukan pihak penyedia agar aktivitas judi di sebuah rumah yang telah dimodifikasi untuk tempat judi itu tak terbongkar. 

“Hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke tempat judi itu. Mereka juga memasang mata-mata di setiap jalan atau gang untuk masuk ke arena," kata Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Roma Hutajulu, di Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.

Roma menjelaskan, modus operandi yang dilakukan pihak penyelenggara adalah dengan menyiapkan arena judi di dalam rumah yang telah dirancang sedemikian rupa, dengan akses masuk ke dalam rumah yang tidak mudah.

Hal senada juga diungkapakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Untuk mencegah datangnya orang yang tidak dikenal, kata Argo, pihak penyelenggara mengerahkan banyak orang yang bertugas menjaga setiap gang yang berdekatan dengan markas perjudian.

"Jadi ketika para pemain hendak masuk ke lokasi perjudiannya, harus melewati tiga pintu besi, di setiap pintu besi itu ada yang jaga. Jadi, sebelum pemain masuk, akan ditanyakan dulu dari mana, bawa apa saja," kata Argo di gedung Main Hall Polda Metro Jaya pada Rabu, 14 Maret 2018.

Baca: Aktivitas Judi Sawah Besar Dimulai Saat Maghrib, Polisi Buru Ketua RT

Sementara orang yang akan mengikuti perjudian itu bukan sembarang orang, melainkan harus menjadi anggota perkumpulan perjudian tersebut.

"Perjudian mereka ini memang dari kalangan terbatas ya, jadi tidak semua orang bisa langsung datang dan main. Harus jadi anggota dulu, hanya orang yang dikenal dan dipercaya. Tujuannya ya supaya bisa menghindari kemungkinan ada informasi yang bocor kepada kami, ya," kata Argo.

Penggerebekan bermula pada saat tim gabungan mendapatkan laporan dari masyarakat yang menyatakan bahwa di sekitar Jalan Dwi Warna terdapat arena perjudian yang meresahkan masyarakat. 

Baca: Penyedia Tempat Judi di Sawah Besar Pasang Mata-mata di Setiap Gang

Tim gabungan kemudian melakukan penyelidikan dan ditemukan bahwa di tempat tersebut terdapat arena perjudian. Modus operandi yang dilakukan ialah dari pihak penyelenggara menyiapkan arena di dalam rumah yang telah dirancang dengan akses masuk ke dalam yang susah.

Dari para pelaku yang ditangkap tersebut, terdapat dua jenis perjudian, yaitu judi Pai Kyu dan judi koprok.  Dari hasil penangkapan, terdapat 7 orang yang menjadi bandar judi Pai Kyu dan 2 orang yang menjadi bandar judi koprok.

Dalam penggrebekan itu, polisi berhasil mengamankan seorang bandar bernama Ahay Sembiring (55) dan mengamankan sebanyak 87 pemain. AS

Baca Selengkapnya

Home Hard News Umum Cerita Warga Soal Rumah Judi Sawah Besar, Pemain Kerap Pindah Lokasi

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu