Ilustrasi penembakan. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Dipaksa Lari, Warga Sumba Barat Ditembak Polisi dari Belakang

Estimasi Baca:
Minggu, 2 Sep 2018 22:30:13 WIB

Kriminologi.id - Agustinus Ana Mesa, warga Kampung Tilu Mareda, Desa Dede Pada, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis, 23 Agustus 2018 malam diduga menjadi korban penembakan secara paksa Polres Sumba Barat.

Demikian disampaikan Agustinus yang saat ini dirawat Rumah Sakit Umum Waikabubak, Sumba Barat, 30 Agustus 2018, seperti dilansir Keprinews.co.id. 

Ia mengaku ditangkap saat sedang berada di lokasi pameran Kota Waikabubak. Ia kemudian dibawa ke Polres Sumba Barat. 

Saat berada di Polres Sumba Barat, ia mengalami serangkaian penyiksaan. Kemudian anggota Polres Sumba Barat membawa Agustinus ke hutan Lepale.

"Saya dipukul, diikat, lalu ditutup mata dan dibawa lagi dengan mobil ke hutan Lepale dan disuruh lari. Saya tidak mau lari, tapi dia dorong. Saya akhirnya lari dan kaki kanan saya ditembak," ungkap Agustinus di RSU Waikabubak.

Menurut informasi yang dihimpun Keprinews.co.id, Agustinus masuk dalam daftar pencarian orang alias buronan  Polres Sumba Barat.

Kakak Agustinus, Yus Rewa mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut setelah ramai diceritakan orang. Pihak keluarga, ia mengatakan, tidak pernah mengetahui Agustinus merupakan DPO polisi. 

Saat ramai diceritakan orang, ia menambahkan, pihaknya keluarga langsung mencari tahu keberadaan Agustinus di Polres Sumba Barat, namun tidak ada. Hingga larut malam, keluarga baru mendapat kabar dari teman korban, Agustinus sedang berada di RSU Waikabubak.

"Saya kaget kaki kanannya tertembak. Dan saya tahu adik saya sehat tidak ada luka saat pergi nonton pameran," ujar Yus Rewa.

Saat berada di rumah sakit, ia menjelaskan, anggota Polisi Sumba Barat datang dan menyampaikan, Agustinus merupakan buronan kasus pencurian hewan dan kendaraan bermotor.

"Kami tidak pernah tahu dari keluarga kalau adik saya ditetapkan sebagai DPO pencurian hewan dan kendaraan. Terus kata polisi lagi, adik saya juga DPO terkait perkelahian. Kami bingung, sejauh ini, polisi tidak pernah sampaikan atau kasih surat kepada keluarga. Tiba-tiba dengar adik saya ditangkap di acara pameran di Waikabubak," kata Yus.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Tamshil, yang dimintai penjelasannya, Minggu, 2 September 2018), terkait dugaan salah tembak, pemukulan dan tindak kekerasan yang dilakuan anggotanya belum memberikan jawaban.

Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500