Pelaku penganiaya bripda Muhammad hingga tewas di Sultra. Foto: Ist/Kriminologi.id

Dua Bintara Polisi Pukuli Juniornya Hingga Tewas di Sultra

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 12:25:18 WIB

Kriminologi.id - Dua anggota polisi berpangkat bintara Polda Sultra atau Sulawesi Tenggara diduga pukuli juniornya dengan tangan kosong hingga tewas. Pemukulan itu terjadi di Barak Dalmas Polda Sultra.

Adalah Bripda Muh Fathurrahman Ismail yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Abunawas, Senin, 3 September 2018. 

"Korban diduga dianiaya dua seniornya, dari angkatan 40 dan 41,” buka AKBP Harry Goldenhard, Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) seperti dilansir zonasultra.com

Fathurrahman dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Abunawas pada Senin, 3 September 2018 sekira pukul 00.30 Wita,

Adapun dua pelaku penganiayaan itu, kata Harry, diidentifikasi bernama Bripda Zulfikar (angkatan 40) dan Bripda Fislan (angkatan 41). Sedangkan Fathurrahman ini adalah Bintara Remaja Polda Sultra angkatan 42. 

Namun, polisi  masih menelusuri pemicu dari aksi main hakim senior polisi terhadap adik angkatannya itu. 

Harry menjelaskan penganiayaan bintara polisi terhadap juniornya itu dilakukan menggunakan tangan kosong. Keduanya memukul dengan kepalan tangan kanan masing-masing sekali di bagian dada dan di bagian perut di bawah pusar kepada korban. 

Pukulan keras itu membuat Fathurrahman jatuh tersungkur dengan muka pucat dan kondisinya sudah tidak bisa bernafas.

Setelah itu, Fathurrahman dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari menggunakan mobil security Barier Ditsamapta Polda Sultra. 

“Bripda Muh Fathurrahman Ismail dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari oleh angkatan Bintara Remaja dengan menggunakan mobil security Barier Ditsamapta Polda Sultra,” ujar Harry melalui pesan Whatsapp, Senin (3/9/2018).

Tiba di RSUD, dokter langsung memberikan pertolongan pertama dengan melakukan tindakan pompa jantung korban dan memasang alat bantu infus. Namun sekitar pukul 01.40 Wita dokter menyatakan sudah meninggal dunia.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, kata Harry, pada pukul 04.00 Wita jenazah almarhum dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Sultra.

Kemudian polisi dari Polda mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) Barak Dalmas Polda Sultra dan mengintrogasi saksi-saksi.

Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan di Pos Provos Polda Sultra untuk proses lebih lanjut. Selain itu, Polda juga sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500