Ilustrasi penembakan Foto: Pixabay.com

Dua Pembunuh Agung Pribadi Berperan Pukul Korban Pakai Besi

Estimasi Baca:
Rabu, 13 Jun 2018 06:05:30 WIB

Kriminologi.id - Polisi kembali menangkap dua eksekutor tewasnya Agung Pribadi, seorang kurir narkoba yang ditemukan tewas di apartemen Educity Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur. Kedua pelaku adalah IM (44) dan RY (24), diciduk di dua lokasi berbeda. Keduanya berperan memukul korban dengan batang besi yang sudah disiapkan.

Tersangka IM berhasil ditangkap di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur. Sedangkan, tersangka RY ditangkap di Sampang, Madura, Senin, 11 Juni 2018.

"Kami tangkap tersangka RY di rumahnya. Kalau tersangka IM kami tangkap waktu dia berada di pinggir jalan," ucap Kepala Unit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti kepada Kriminologi.id saat dihubungi, Selasa, 12 Juni 2018.

Selain itu, dalam penangkapan tersangka IM, pria paruh baya itu terpaksa ditindak tegas dengan menembak kakinya lantaran berusaha melawan petugas dan melarikan diri. 

Hingga saat ini, dikatakan Bima, kedua tersangka itu masih dilakukan pemeriksaan intensif di Polrestabes Surabaya guna menggali informasi keberadaan dua otak pelaku pembunuhan terhadap Agung Pribadi yaitu RD atau HR dan EV.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka IM dan RY memiliki peran yang berbeda dalam pembunuhan terhadap Agung Pribadi. Tersangka RY memiliki peran sebagai sosok yang menyiapkan batang besi untuk digunakan memukul kepala Agung Pribadi.

Sedangkan tersangka IM memukul kepala korban pakai potongan besi dan ikut menyeret korban ke kamar mandi.

"Kami masih mengembangkan lagi ya. Kami masih memburu dua tersangka lainnya," kata Bima. 

Agung Pribadi ditemukan tewas di sebuah kamar lantai 17, Apartemen Educity. Agung tewas di apartemen yang disewa VA, yang disinyalir kabur bersama otak pelaku pembunuhan tersebut. Polisi menyebut sosok VA memiliki hubungan spesial dengan otak pelaku pembunuhan yang berinisial RD.

Sosok VA hingga kini masih misterius. Bima mengatakan, polisi belum berhasil menemukan keberadaannya. Sama halnya dengan sosok RD yang merupakan otak pelaku pembunuhan Agung Pribadi.

Bima mengatakan, RD juga bukan sosok sembarangan. Ia adalah sosok yang memiliki rekam jejak kejahatan yang panjang di kepolisian. 

"RD pernah ditangkap oleh petugas Kepolisian Resor Pacitan, Jawa Timur dan menjalani hukuman selama 25 tahun atas kasus perampokan," kata Bima di Surabaya, Kamis, 7 Juni 2018.

Bima juga mengatakan RD bukan sosok penjahat biasa. RD selalu mempersenjatai diri dengan senjata api dan tak segan menghilangkan nyawa korban.

"Saat beraksi merampok di Pacitan dulu, RD mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan. Dia dikenal sebagai penjahat yang kejam karena kerap melukai korbannya, dan bahkan polisi," kata Bima menerangkan.

Bima mengaku telah menyebar banyak petugas kepolisian untuk memburu RD dan para pelaku lainnya yang hingga kini masih buron. Sejumlah tempat yang diduga sebagai lokasi persembunyian RD dan pelaku yang buron itu telah diintai petugas kepolisian. MG

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500