Ilustrasi minum miras oplosan. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Dua Warga Cilacap Tewas Usai Pesta Miras Oplosan, Diduga Over Dosis

Estimasi Baca:
Jumat, 7 Sep 2018 19:45:14 WIB

Kriminologi.id - Dua orang dilaporkan tewas setelah mengadakan pesta minuman keras atau miras oplosan di Desa Buntu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Para korban tewas atas nama Darto (40) dan Kuntoro (38). Keduanya tewas akibat over dosis. 

“Kami menerima laporan dari masyarakat jika ada warga yang melakukan pesta miras oplosan. Kemudian ada dua korban yang meninggal,” kata Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto di Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat, 7 September 2018.

Djoko mengatakan, korban Darto merupakan warga Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Dia meninggal dunia di Puskesmas Kemranjen, Banyumas, pada Rabu, 5 September 2018 sekitar pukul 12.45 WIB atau selang satu hari setelah pesta miras diadakan

Sementara korban lain, Kuntoro adalah warga Desa Buntu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Dia meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr Margono Soekarjo, Purwokerto, pada Kamis, 6 September 2018 sekitar pukul 17.30 WIB.

Selain itu, seorang korban atas nama Yusuf alias Ucup (25), warga Desa Buntu, Kecamatan Kroya, masih menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Menurut keterangan pihak rumah sakit, kondisi Ucup sudah membaik.

"Hari ini, (7/9/2018) langkah kepolisian sudah mengamankan penjual dan pembeli serta semua barang bukti yang ada," ujar Kapolres.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta melakukan autopsi terhadap jenazah Kuntoro. Ternyata diketahui korban tewas akibat over dosis minuman beralkohol oplosan yang diminum bersama enam rekannya pada Selasa, 4 September 2018 pukul 11.00 WIB.

Djoko mengakui, miras oplosan masih marak beredar di wilayah hukum Polres Cilacap, meski pihaknya bersama instansi terkait lainnya secara rutin menggelar razia. Selain itu, tak sedikit juga masyarakat membelinya dari luar Cilacap. 

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500