Ilustrasi Duel Maut Pelajar. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Duel Maut 'Three on Three', Satu Siswa SMP Tewas Terbacok

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 19:50:00 WIB

Kriminologi.id - Jajaran Polresta Bogor berhasil menahan tujuh pelaku tawuran yang sebagian berusia di bawah 17 tahun atau masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama atau SMP.

Kapolresta Bogor, Kombes Ulung Sampurna Jaya membenarkan penangkapan tujuh pelaku tawuran tersebut. 

Kelima pelaku yang berhasil diamankan di antaranya berinisial FRD (13), MPI (13), MRH (16), MF (14), PM (16), KA (16), dan IJ (21).

Sedangkan dua pelaku tidak bisa dilakukan penahanan karena masih berstatus di bawah umur.

Tidak ditahanya dua anak tersebut, kata Ulung, sesuai dengan Pasal 32 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak, yang menyebutkan pelaku yang masih berusia 14 tahun tak bisa ditahan.

"Tujuh orang yang kita amankan lima ditahan, dua di antaranya masih direhabilitasi karena di bawah umur," katanya di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 3 Agustus 2018.

Ulung menjelaskan, dalam tawuran tersebut tidak hanya melibatkan anak SMP saja, namun beberapa siswa yang sudah menjadi alumni dan duduk di bangku SMA juga terlibat dalam perkelahian tersebut.

"Mereka 11 orang di antaranya korban, terus ada alumni. Nah, yang alumni memberi arahan agar duel tiga lawan tiga menggunakan celurit," ujarnya.

Sang alumni yang bernama Irwan dan Andre yang sekarang masih berstatus DPO merupakan insiator duel tiga lawan tiga. Ia menginstruksikan juniornya yang masih duduk di bangku SMP untuk berkelahi tiga lawan tiga menggunakan senjata tajam.

Perkelahian dua lawan dua tersebut terjadi di Jalan H Encep Nawawi terusan Cifor belakang terminal Bubulak, Kelurahan Bubulak, Kota Bogor, pada Selasa, 31 Juli pukul 18.30 WIB.

Perkelahian dilakukan dua kelompok dan masing-masing kelompok mengirimkan tiga perwakilanya untuk berduel.

Kelompok pertama yang bernama Dudar diwakili oleh I, MPI dan MF. Untung penantang yaitu kelompok TB Nekad di wakili MIS, FR dan FRD. Masing-masing petarung pun dilengkapi senjata tajam seperti celurit.

Dalam duel tersebut, MIS menjadi korban yang mengalami luka paling parah. Dia menerima luka bacok di bagian kepala. MIS pun sempat melarikan diri namun karena lemas kehabisan darah, dia terkapar di lokasi hingga akhirnya tewas.

"Siswa yang terlibat tawuran langsung kabur meninggalkan korban tergelatak di lokasi kejadian," kata Ulung.

Keesokan harinya, jajaran Polresta Bogor berhasil mengaman tujuh pelaku tawuran tersebut, sedangkan dua DPO masih dalam pencarian. 

"Dua orang ini akan kami kejar," ujar Ulung.

Tersangka dikenakan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 perubahan UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Pasal 1 angka 1 UU 11 Tahun 2002 tentang peradilan pidana anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Reporter: Walda Marison
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500