Dok. Abdullah Sunandar eksekutor Herdi Sibolga di Penjaringan. Foto: Ist/Kriminologi.id

Eksekutor Herdi Sibolga Mengaku Dapat Senpi dari AX

Estimasi Baca:
Rabu, 1 Ags 2018 14:52:19 WIB

Kriminologi.id - Senjata api (senpi) yang digunakan Sunandar saat menembak mati Herdi Sibolga diakui merupakan milik otak penembakan berisial AX yang hingga kini masih buron.

Pengakuan itu dikatakan Sunandar dalam pemeriksaan yang hingga saat ini terus dilakukan. Pria yang diketahui sebagai salah seorang mantan anggota TNI Angkatan Laut itu hanya menyebut senjata api berjenis pistol itu diberikan AX untuk menembak mati Herdi.

"Dari hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP), tersangka AS mengaku mendapat senjata itu dari AX," ucap Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian kepada Kriminologi.id, Rabu, 1 Agustus 2018.

Senpi berjenis pistol yang sebelumnya dikatakan memiliki peluru berukuran 9 milimeter dan merupakan senjata pabrikan itu, dapat diketahui setelah polisi mendapatkan dua buah selongsong peluru di lokasi penembakan.

Sayangnya saat disinggung mengenai hasil uji balistik yang dilakukan guna mengidentifikasi senpi tersebut, Jerry enggan berkomentar banyak. Ia mengaku belum mendapat hasil pemeriksan dan masih dalam proses.

"Sampai saat ini masih di cek ya," kata Jerry.

Sunandar yang merupakak pelaku penembakan terhadap Herdi (45) di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, diketahui menggunakan senjata api (senpi) pabrikan dalam melakukan aksinya.

Senpi yang digunakan pelaku itu diketahui setelah polisi memeriksa dua butir selongsong peluru yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian saat menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Jenis senjata yang digunakan pistol diduga pistol pabrikan dengan kaliber 9 mm," ucap Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Reza Arif Dewanto, di Mapolres Jakarta Utara, Senin, 23 Juli 2018.

Penembakan terhadap Herdi Sibolga terjadi pada Jumat, 20 Juli 2018. Ia tewas setelah ditembak oleh dua orang berboncengan motor.

4 Pelaku penembakan Herdi SIbolga dirilis di Polda Metro Jaya (28/07/2018). Foto: Walda/Kriminologi
4 Pelaku penembakan Herdi SIbolga dirilis di Polda Metro Jaya (28/07/2018). Foto: Walda/Kriminologi

Polisi menangkap empat orang pelaku penembakan yaitu AS (41) sebagai eksekutor, JS (36) sebagai joki, PWT (32) dan SM (41). Keempatnya diupah Rp 400 juta untuk membunuh Herdi.


Empat pelaku penembakan Herdi Sibolga mengaku menjalankan aksinya karena dijanjikan bayaran Rp 400 juta oleh AX yang kini masih buron. Namun keempatnya baru menerima uang muka Rp 50 juta.

"Empat orang eksekutor dijanjikan Rp 400 juta. Pengakuan para pelaku saat berhasil ditangkap baru dibayarkan Rp 50 juta." kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 28 Juli 2018.

Keempat pelaku penembakan itu adalah AS (41), JS (36), PWT (32), dan SM (41). Meski baru dibayar Rp 50 juta, keempat pelaku tetap menjalankan perintah AX untuk menghabisi nyawa Herdi. 

Keempat pelaku pembunuhan Herdi itu memiliki peran yang berbeda. AS yang bertugas sebagai eksekutor, sedangkan JS bertugas membonceng AS dengan motor saat mengeksekusi Herdi. 

Sementara PWT dan SM berperan mengawasi daerah sekitar saat eksekusi dilakukan.

Herdi ditembak mati pada Jumat, 20 Juli 2018 malam saat baru saja tiba di rumahnya di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Tak lama setelah memarkirkan mobilnya, ia ditembak oleh dua pria yang mengendarai motor Yamaha N-Max. Menurut hasil autopsi, Herdi tewas dengan dua luka tembak di bawah kuping dan dada.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500