Lokasi ledakan di Ruko Grand Wijaya. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Fakta-Fakta di Balik Ledakan Ruko Grand Wijaya

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Jul 2018 05:05:13 WIB

Kriminologi.id - Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ledakan keras di ruko Blok F, Grand Wijaya Center, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2018 pagi. Dua pedagang yang berada di depan lokasi ledakan itu mengalami luka akibat terkena serpihan kaca. 

Kriminologi.id menghimpun fakta-fakta peristiwa ledakan yang membuat warga sekitar panik. 

1. Meledak Saat Perkantoran Belum Beroperasi  

Ledakan ruko Grand Wijaya Center itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB atau menjelang subuh. Saat terjadi ledakan, suasana ruko masih sepi aktivitas. 

Saat ledakan itu terjadi, hanya ada tiga orang penunggu ruko di lantai tiga, serta dua pedagang di depan ruko yang mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca. Ketiga orang ini yang menunggu ruko ini telah dimintai keterangan terkait ledakan tersebut.

Kondisi Lokasi Ledakan di Ruko Grand Wijaya
Reruntuhan akibat ledakan yang  bersumber dari kebocoran gas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bersyukur insiden ledakan ini terjadi terjadi saat ruko tersebut belum beraktivitas. 

"Ini terjadi pagi hari ketika belum ada kegiatan perkantoran. Karena itulah kita bersyukur tidak ada korban jiwa," kata Anies usai meninjau lokasi ledakan Kamis, 12 Juli 2018. 

2. Gas Bocor dari Dapur Kantor Yang Sempit Tanpa Ventilasi

Ledakan keras itu bukan bom seperti yang banyak dikhawatirkan semua orang, melainkan berasal dari kebocoran gas dari ruang dapur kantor konsultan hukum yang sedang tidak ada aktivitas. 

Kondisi Lokasi Ledakan di Ruko Grand Wijaya
Kondisi Lokasi Ledakan di Ruko Grand Wijaya.

Kebocoran itu bukan dari tabung, akan tetapi diduga berasal dari regulator yang menghubungkan selang tabung gas ke kompor. Akibat kebocoran itu, gas mulai memenuhi ruangan dapur yang berada di lantai satu.

Ruangan dapur tersebut terbilang sempit dan tidak memiliki ventilasi yang cukup.

Kabid Balmetfor Puslabfor Bareskrim Mabes Polri Kombes Ulung Kanjaya mengatakan gas yang menyebar ke seluruh ruangan pun menyambar saklar listrik dari mesin dispenser yang letaknya tidak jauh dari tempat sumber kebocoran.

Ledakan pun terjadi karena gas bercampur dengan panasnya alrian listrik. "Jadi kalau ada sumber listrik itu bahaya yang di dapur itu bisa menyebabkan ledakan," katanya.

Pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab bocornya regulator yang menyambungkan selang gas dan kompor.

"Masih belum tau apakah regulatornya yang rusak atau salah pasang masih kita dalami" ujar Ulung Kanjaya.

3. Tak Ditemukan Bahan Peledak 

Semula sempat muncul dugaan kalau ledakan itu berasal dari bahan peledak. Dugaan ini karena suara ledakan yang sangat keras. 

Lokasi ledakan di Ruko Grand Wijaya

Akan tetapi, setelah dilakukan penyelidikan ternyata dugaan itu sama sekali tidak benar. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Stefanus Tamuntuan menyebutkan dalam penyelidikan itu pihaknya melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). 

Selain itu, Stefanus memastikan anggota penjinak bom telah menyisir dan tidak ditemukan bahan peledak di sekitar lokasi kejadian.

4. Ledakan Tanpa Disertai Asap

Hartono, salah seorang saksi yang berada di lokasi saat kejadian menceritakan kalau dirinya sempat menyangka kalau ledakan yang didengarnya itu adalah bom teroris atau terjadi gempa. 

Kondisi Lokasi Ledakan di Ruko Grand Wijaya

Pikiran itu sempat terlintas karena melihat dampak dari ledakan tersebut seperti kaca pecah dan bangunan muka ruko yang berantakan. 

Akan tetapi, setelah dirinya berlari keluar ruko untuk menyelamatkan diri dan melihat dampak ledakan di lokasi kejadian ternyata berbeda. 

Runtuhan bangunan di lokasi kejadian, dan serpihan kaca itu tidak disertai dengan asap. "Biasanya kalau bom bunuh diri teroris itu disertai asap setelah ledakan," ujar Hartono yang kantornya hanya berjarak 60 meter dari lokasi kejadian. 

5. Sebelas Ruko dan Satu Mobil Rusak

Sebanyak 11 rumah toko (ruko) terkena dampak ledakan yang terjadi di Ruko Grand Wijaya Center II, Jakarta Selatan. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian kaca dan dinding. Satu unit kendaraan roda empat yang parkir di depan ruko berwarna hitam pun mengalami kerusakan.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500