Pedagang diserang Geng Motor di Bekasi. Foto: Ist/Kriminologi.id

Fakta-fakta Duel Yusron Pedagang Sate dan Geng Motor, Demi Ponsel Baru

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 11:45:20 WIB

Kriminologi.id - Muhammad Yusron, seorang pedagang sate madura di Jalan Bintara 17, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat memutuskan duel menghadapi geng motor. Aksi perlawanan Yusron itu karena mempertahankan telepon seluler atau Ponsel baru yang dibelinya tiga hari lalu. 

Yusron disambangi geng motor saat dirinya bermain handphone atau HP bersama Saiful temannya usai berjualan sate pada Selasa, 7 Agustus 2018 dini hari. 

Berikut sejumlah fakta yang telah dirangkum Kriminologi.id terkait begal HP yang berujung pembacokan.  

1. Main HP di Jalan Sepi Jadi Pemicu

Pedagang sate bernama Muhammad Yusron dan temannya Saiful, pedagang nasi bebek bermain handphone atau HP di jalanan sepi usai berdagang. Kedua pedagang itu asik memainkan Hp di genggaman tangannya hingga pukul 03.00 WIB dan ini menjadi pemicu begal.  

Di saat yang sama, geng motor melintas di depan jalan Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi, melihat keduanya sedang bermain Hp. Salah seorang anggota geng motor turun dari motor dan menghampiri dua pedagang tersebut. Kemudian beberapa temannya menyusul dengan memarkirkan motornya persis di depan Yusron dan Saiful. Geng motor itu meminta dua pedagang menyerahkan Hpnya.  

2. Luka Sabetan Celurit

Yusron mampu mempertahankan HP barunya meski harus membayar mahal dengan luka sabetan celurit di sekujur tubuhnya.

Pedagang sate asal Madura itu mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Itu antara lain di tangan kiri, paha kiri dan paha kanan. Total korban mendapat tujuh luka sabetan celurit dan 51 jahitan.

Luka tersebut didapat Yusron saat menangkis serangan celurit yang diayunkan geng motor. Selain itu, Yusron bahkan sempat teriak meminta pertolongan. Teriakannya itulah yang kemudian membuat pelaku panik dan kabur tanpa hasil. 

"Saya inget wajahnya karena dia enggak pakai penutup wajah. Sehabis lukai saya, dia langsung lari. Bonceng bertiga sama temannya, lari ke belakang Kecamatan Bekasi Barat," kata Yusron.

3. Aksi Begal Terekam CCTV

Aksi begal geng motor tersebut ternyata terekam kamera CCTV milik suatu bank swasta yang berada di sebelah Jalan Bintara 17 Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dari CCTV tersebut, tampak lima orang menunggangi tiga sepeda motor menyerang pedagang sate madura bernama Muhammad Yusron dan Saiful, pedagang nasi bebek yang ketika itu tengah duduk di bangku warteg sambil bermain ponsel.

Saat ini rekaman CCTV itu telah dipelajari polisi untuk memburu pelaku geng motor tersebut.

4. HP Baru Hasil Nabung Rp 5 ribu Per Hari

Pedagang sate bernama Muhammad Yusron mengaku berani melawan segerombolan geng motor saat diminta menyerahkan HP barunya itu. Alasannya, HP itu dibeli dari hasil menyisihkan uang penjualannya Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per hari.

Setelah tabungannya terkumpul, Yusron membeli ponsel merek Xiaomi. Mengingat perjuangannya inilah, Yusron berani melawan untuk mempertahankan ponselnya. Selain tak terima menyerahkan HP barunya, Yusron berpikir geng motor itu tetap melakukan penganiayaan terhadap dirinya meski telah menuruti permintaan tersebut.

Pemikiran ini yang membuat pedagang berusia 19 tahun itu memutuskan duel dengan geng motor tersebut. Alhasil, HP tetap di tangannya meski ditebus dengan luka sabetan celurit sebanyak tujuh titik di tubuhnya. 

Reporter: Tito Dirhantoro
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500