Suharto alias Alex korban tewas yang ditemukan di Sumedang. Foto: Ist/Kriminologi.id

Fakta-fakta Perampokan Sopir Grab Car, Alex Pinjam Mobil Tetangga

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 11:44:14 WIB

Kriminologi.id - Perampokan disertai pembunuhan kembali menimpa sopir taksi online, Grab Car. Soeharto alias Alex (31), ditemukan tewas di lahan Perhutani Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pihak kepolisian tengah memburu pelaku kejahatan tersebut.

Sejumlah fakta muncul terkait pembunuhan tersebut. Kriminologi.id, Kamis, 2 Agustus 2018, merangkum sejumlah fakta terkait pembunuhan itu.

1. Luka di Tubuh Korban

Pihak kepolisian yang mengidentifikasi tubuh korban di lokasi kejadian menemukan sejumlah luka. Di antaranya luka lebam di sekitar wajah.

Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo, Rabu, 1 Agustus 2018, Hartoyo mengatakan, luka lebam di sekitar wajah korban diduga bekas penganiayaan menggunakan benda tumpul.

Selain di wajah, luka lebam pada tubuh korban juga terlihat di bagian leher, tangan, wajah, dan kepala belakang. Selain itu, korban mengenakan kaos warna putih hitam bertuliskan Senior High School Bani Taowa Bekasi. Korban mengenakan bawahan celana jeans hitam saat ditemukan.

2. Korban Bukan Mitra Grab Car

Menurut keterangan dari para saksi, Suharto alias Alex bukanlah mitra dari taksi daring Grab Car. Korban meminjam akun rekannya untuk menjalankan usaha Grab Car. 

"Korban ini bukan mitra resmi, jadi dia pakai akun rekannya,” ujar Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo, Rabu, 1 Agustus 2018.

Hingga kini, polisi masih mencari pemesan Grab Car korban dalam kasus tersebut.

"Pemesan order terakhir ke akun yang dimiliki korban, masih kita dalami juga," kata Hartoyo.

3. Mobil Milik Tetangga

Berdasarkan penelusuran pihak kepolisian, mobil korban yang digunakan Alex mengantarkan pelaku bukan miliknya. Selain meminjam akun temannya, Alex juga meminjam mobil tersebut dari tetangganya.

“Mobilnya milik tetangga, sehingga pemilik mobil kita jadikan saksi," kata Hartoyo.

4. Order Seharga Rp 800 Ribu

Kondisi korban yang kerap disapa Anto sebelum tewas itu diceritakan oleh Maulana (29), salah satu kerabat Anto Maulana. 

Maulana mengatakan, pada Senin sore, 30 Juli 2018, Anto mendapat orderan dari wilayah Bekasi Timur menuju Subang, Jawa Barat, dengan bayaran sebesar Rp 800 ribu.

5. Korban Kirim Pesan Terjebak

Karena merasa janggal, Anto kemudian menghubungi Kamil dan membagikan lokasi melalui aplikasi pesan melalui aplikasi Whatsapp sekitar pukul 18.16 WIB. Menurut Maulana, saat itu diketahui keberadaan Anto di kawasan Subang, Jawa Barat, karena korban mengirimkan lokasi keberadaan korban terakhir.

"Dia juga kirim pesan, ‘Kalau ada apa-apa ini TKP-nya bro, gua kejebak’ isi chat-annya begitu bang," kata Maulana saat dikonfirmasi, Rabu malam, 1 Agustus 2018. 

Kamil yang curiga kemudian berusaha menelepon Anto, namun tak ada respon. Kamil dan Anto yang juga tergabung dalam sebuah komunitas, kemudian menghubungi perwakilan komunitas tersebut di Subang untuk mencari keberadaan Anto.

6. Suara Janggal dari Korban

Menurut Maulana, sekitar pukul 20.30 WIB, akhinya telepon Kamil bisa dihubungi. Panggilan telepon tersebut kemudian dijawab Anto yang saat itu menurut Kamil suaranya terdengar janggal.

"Kata Anto, saya gak apa-apa bro, abis itu udah gak bisa dihubungin lagi. Keluarga sama temen-temen juga panik," kata Maulana.

Kabar tersebut ternyata merupakan yang terakhir dari Anto sebelum Polres Sumedang menemukan jenazah Anto di lahan Perhutani Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500