Ilustrasi bunuh diri. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Gelagat Aneh Pelaku Sodomi Sebelum Loncat dari Lantai 3 Polresta Bogor

Estimasi Baca:
Jumat, 7 Sep 2018 19:15:28 WIB

Kriminologi.id - Peristiwa tewasnya SF (41), terduga pelaku pencabulan di Bogor yang melompat dari lantai tiga gedung Reserse Kriminal Polresta Bogor pada Selasa, 4 September 2018 malam masih diselidiki jajaran penyidik.

Kasat Reskrim Polresta Bogor, Kompol Agah Sonjaya menjelaskan, awal mula peristiwa terjadi ketika pihaknya mendapatkan informasi di Kampung Ciparigi telah terjadi pencabulan terhadap renaja berusia 15 tahun.

"Mendengar laporan tersebut, kami langsung mendatangi lokasi. Di sana masyarakat sudah berkumpul, yang bersangkutan (SF) terlihat sudah diamankan warga, kemudian anggota langsung membawanya ke Polresta Bogor," ujar Agah pada Jumat, 7 September 2018.

Ia juga meminta warga yang merasa dirugikan atas aksi SF agar bersedia memberi keterangan di Polresta Bogor.

SF kemudian tiba di polres pada sekitar pukul 21.00 WIB malam dengan kondisi tangan terborgol, yang posisinya berada di belakang tubuhnya. Kala hendak duduk di dekat pintu, Agah melihat SF mengalami luka di bagian hidung akibat amukan massa.

"Melihat mukanya seperti itu, saya langsung tanya dia, 'Kang punya anak sama istri?' Dia (SF) tapi dia tidak jawab sama sekali. Kemudian saya suruh petugas bawa dia ke klinik dulu, supaya diobatin sebelum diperiksa," kata Agah.

Ketika hendak dibawa menuju klinik, SF tiba-tiba menunjukkan gelagat akan pingsan. Sejurus kemudian, ia berteriak dengan keras dan berlari ke sisi gedung reserse, yang berupa ruang kosong dengan pintu tidak terkunci. Ruangan tersebut biasa digunakan untuk salat.

"Sepeti kesurupan, pada waktu dia hendak dibawa itu kan masih duduk. Ketika petugas hendak mendekat, tiba-tiba dia teriak dan langsung lari menuju jendela di ruangan yang biasa dipakai salat oleh petugas. Letaknya memang di sisi gedung," ujar Agah.

Naas, petugas kala itu tidak mampu mencegah SF yang berlari dan melompat melalui jendela dari lantai 3 gedung reserse Polresta Bogor. Ketika petugas turun dari gedung dan mengeceknya, SF ternyata sudah terkapar di pelataran parkir dengan cucuran darah di kepalanya.

Agah menambahkan, petugas kemudian membawa SF ke RSUD Kota Bogor dengan menggunakan ambulans rumah sakit Bhayangkara. 

"Karena sebelum dibawa ke RSUD, dokter jaga di RS Bhayangkara menginformasikan bahwa denyut nadinya masih ada," kata Agah.

Namun, ketika tiba di IGD RSUD kota Bogor, SF dinyatakan sudah meninggal dunia. Untuk keperluan autopsi, petugas kemudian membawanya ke RSUD Ciawi dan memanggil semua keluarganya.

Agah menjelaskan, perwakilan keluarga SF sudah datang ke Polresta Bogor. Ia mengaku, pihak keluarga bukan mempermasalahkan tindakan nekat SF yamg bunuh diri dari lantai tiga gedung Reserse.

"Pihak keluarga melaporkan bahwa merasa tidak terima (keberatan) karena korban dihakimi oleh massa lantaran diduga melakukan tindak pencabulan terhadap remaja,” jelas Agah.

Setelah menerima laporan dari keluarga SF, Agah memastikan, pihaknya akan mendalami siapa saja warga yang turut melakukan penganiayaan terhadap SF.

Kendati demikian, Agah menjelaskan, pihaknya juga tetap akan mendalami dugaan pencabulan yang dilakukan SF.

"Maka dari itu, ada beberapa upaya yang akan segera kami lakukan. Di antaranya, mendalami bagaimana dia (SF) dianiaya massa dan mencari penyebab dia lompat dari gedung reserse. Selanjutnya, kami juga akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap laporan sodomi dengan memeriksa beberapa orang di lokasi kejadian," ujar Agah.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500