Ilustrasi gempa di Lombok, NTT. Foto: Ist/Kriminologi.id

Gempa 7 SR Guncang Lombok Utara, Menko Polhukam Tunda Bahas Terorisme

Estimasi Baca:
Minggu, 5 Ags 2018 22:26:39 WIB

Kriminologi.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan atau Menko Polhukam, Wiranto memutuskan untuk menunda kegiatan Sub Regional Meeting on Counter Terrorism yang sedianya akan dilakukan pada esok hari. Penundaan ini lantaran adanya gempa berkekuatan 7 SR di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Ia juga menyatakan, semua delegasi aman.

"Semua tamu delegasi yang akan mengikuti pertemuan selamat, dan karena adanya gempa bumi yang terjadi, kami putuskan untuk menunda pertemuan Sub Regional yang membahas mengenai masalah terorisme dan mempersilakan semua tamu untuk kembali ke negara masing-masing," ujar Menko Polhukam Wiranto di Lombok, Minggu, dalam siaran persnya, Minggu, 5 Agustus 2018.

Wiranto menceritakan, ketika gempa terjadi, pihaknya tengah melaksanakan gala dinner menyambut para delegasi. Namun saat acara sedang berlangsung, gempa berkekuatan 7 SR terjadi di wilayah tersebut.

"Semua tamu delegasi selamat," kata Wiranto menegaskan.

Ia menambahkan, hari ini ia sudah mengadakan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton. Dalam pertemuan itu kedua negara membahas tentang kerja sama bilateral.

"Pertemuan dengan Menteri Dutton sudah dibahas beberapa isu yang mendalam dan kami juga sudah menghasilkan joint communique yang menekankan pentingnya kerja sama kedua negara, " kata Wiranto.

Selain itu juga, pihaknya juga sempat mengadakan pertemuan bilateral dengan NSA Myanmar, Menteri Dalam Negeri Singapura, dan Menteri Hukum Selandia Baru.

Di tempat terpisah, terkait dengan penanggulangan usai gempa kekuatan 7 SR di Lombok Utara, NTB, pukul 18.46 WIB hari ini, Minggu, 5 Agustus 2018, TNI sudah memberangkatkan kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso (990) ke lokasi tersebut.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan pihaknya juga mengerahkan batalion kesehatan dari Batalion Kesehatan 1/Kostrad dan Batalion Kesehatan 2/Marinir. 

"Mereka membawa seluruh perlengkapan yang dibutuhkan seperti tenda lapangan, dapur lapangan dan lainnya," katanya, Minggu, 5 Agustus 2018. 

Hadi menambahkan, seluruh pasukan batalion kesehatan tersebut akan berangkat pada esok hari, Senin, 6 Agustus 2018 pagi. Pasukan akan menggunakan pesawat angkut Hercules C-130 TNI Angkatan Udara.

Ia juga telah menginstruksikan aparat kewilayahan untuk membantu penanganan korban gempa. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sebelumnya diberitakan, gempa bermagnitudo 7 mengguncang Lombok Utara, NTB, dan sekitarnya yang terjadi pada pukul 18.46 Wita. Pusat gempa ini terjadi di 8.25 LS,116.49 BT, atau sekitar 27 km di arah timur laut. Pusat gempa berada di kedalaman 15 kilometer. Selain guncangan gempa utama, gempa susulan dirasakan sebanyak 21 kali.

Berdasarkan laporan BMKG, telah ada tsunami dengan ketinggian tsunami 10 cm dan 13 cm yang masuk ke daratan. BMKG memperkirakan, maksimum ketinggian tsunami 0,5 meter.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500