Korban luka akibat gempa di Lombok dirawat di luar Rumah Sakit (06/08/2018). Foto: Twitter Sutopo Purwo Nugroho

Gempa di Lombok Utara, Satu Keluarga Tewas Tertimbun Bangunan Beton

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 06:31:09 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak lima orang yang masih satu keluarga ditemukan meninggal dunia tertimbun reruntuhan bangunan beton di Tembobor, kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat atau NTB, Senin, 6 Agustus 2018.

Satu keluarga tersebut merupakan korban gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter atau SR yang mengguncang Pulau Lombok, dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat atau NTB, hingga Bali, pada Minggu, 5 Agustus 2018 pukul 19.46 WITA.

Penemuan satu keluarga tersebut setelah Tim SAR gabungan melakukan upaya evakuasi dengan cara pengeboran dan membelah bangunan beton. Kelima korban tersebut adalah Alimun, Reni, Elsa, Linda, dan Fauzan.   

Saat berhasil membongkar bangunan beton, tampak jenazah Alimun sedang memeluk erat seorang anak perempuannya yang juga sudah tidak bernyawa.

"Semua korban sudah berhasil dievakuasi. Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Lombok Utara," kata anggota Tim SAR melalui pesan singkat telepon selular.

Berdasarkan laporan sementara yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD NTB hingga Senin pukul 03.00 WITA, jumlah korban gempa bumi dahsyat tersebut sudah mencapai 82 orang.

Seluruhnya tersebar di Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat sembilan orang, Lombok Tengah maupun Lombok Timur masing - masing dua orang serta Kota Mataram empat orang.

Sementara jumlah korban luka-luka masih dalam proses identifikasi karena mereka tersebar di Puskesmas dan rumah sakit se-Pulau Lombok. Sebagiab besar dibawa oleh anggota keluarganya.

Gempa bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang Pulau Lombok dan Sumbawa, Minggu, pukul 18.46 Wita, dengan pusat gempa terletak pada 8,3 Lintang Selatan, 116,48 Bujur Timur atau BT Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami, namun beberapa waktu kemudian, berdasarkan perkembangan terbaru, menyatakan peringatan tsunami itu berakhir. 

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500