Basarnas sendang mengevakuasi korban gempa Lombok (08/08/2018). Foto: Twitter Sutopo Purwo Nugroho

Gempa Lombok, Pencurian Marak Saat Rumah Ditinggal Mengungsi

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 10:15:36 WIB

Kriminologi.id - Pascagempa berkekuatan 7.0 Skala Richter yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, membuat aksi pencurian marak. Sejumlah warga menyesalkan aksi pencurian tersebut di tengah terjadinya bencana alam.

“Harta benda warga banyak yang hilang akibat ditinggal mengungsi,” kata Bagus, salah satu warga Selaparan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 9 Juli 2018. 

Menurut Bagus, barang-barang yang hilang milik warga bermacam-macam, mulai dari gas tabung, makanan toko, hingga sepeda motor. Barang-barang tersebut ditinggal pemiliknya mengungsi ketika terjadi gempa. Selain itu warga juga melaporkan kehilangan hewan ternak seperti kuda dan sapi. 

“Di Mataram saja kami mengumpulkan informasi ada sekitar 70 lebih motor hilang setelah gempa,” tuturnya.

Tak hanya Bagus, hal serupa juga dikatakan oleh Farouk yang juga warga Mataram. Kata Farouk, informasi yang beredar mengenai maraknya aksi pencurian pascagempa memang benar adanya. Untuk mengantisipasi pencurian terjadi lagi, warga akhirnya memutuskan untuk bergiliran berjaga. 

“Makanya di sekitar rumah sekarang kami gilir untuk ronda walaupun warganya sudah mengungsi,” ujar Bagus.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, beberapa kampung yang terdampak gempa kondisinya memang relatif sepi. Banyak rumah ditinggalkan para pemiliknya. Beberapa di antaranya bahkan masih dalam kondisi pintu terbuka.

Selain itu, masih terlihat beberapa barang yang masih memiliki nilai ekonomis di antara reruntuhan bangunan yang roboh seperti motor, perlengkapan rumah tangga, hingga barang elektronik.

Kondisi tersebut amat disayangkan karena ada beberapa warga yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan bencana untuk melakukan aksi pencurian. Bagus dan Farouk berharap, aparat dapat lebih aktif untuk menjaga keamanan selain berfokus pada penanganan korban gempa.

Sebelumnya Kapolres Lombok Utara, AKBP Apriadi Lesmana di Tanjung, mengatakan beredarnya isu perampokan dan pencurian adalah tidak benar.

"Isunya kan begitu. Tapi boleh dicek karena anggota kami sudah melakukan pengecekan tidak jelas, di mana lokasi, dan korban tidak ada. Jadi bisa kita menyimpulkan ada kejadian kalau ada tersangka, barang bukti, jelas itu ada baru kriminal dan kita proses. Tetapi kalau tidak ada, bagaimana mungkin hoaks saja," kata Apriadi Lesmana.

Menurut dia, meski kabar tersebut masih berupa isu dan hoax, pihaknya menyatakan tetap meningkatkan kewaspadaan.

Isu adanya pencurian dan perampokan di wilayah Lombok Utara ramai di bahas masyarakat setempat pascagempa bumi 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang daerah itu pada Minggu malam. Bahkan, tidak hanya aksi perampokan dan pencurian, tetapi juga penjarahan logistik. AS

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500