Saiful, rekan korban menujukkan lokasi kejadian pembacokan geng motor di Bekasi (08/08/2018). Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Geng Motor Serang Pedagang Sate, Polisi: Pelaku Anak-anak Tanggung

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 16:00:09 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian hingga kini masih mencari geng motor yang menyerang pedagang sate dan nasi bebek di Jalan Bintara 17, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Diduga para pelaku merupakan anak-anak muda tanggung.

Kapolsek Bekasi Kota, Kompol Parjana mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan guna meringkus para pelaku yang diduga berjumlah lima orang dengan menggunakan tiga sepeda motor.

"Masih dilidik motifnya. Itu anak-anak geng motor. Anak-anak tanggung itu yang melakukan," katanya kepada Kriminologi.id, Kamis, 9 Agustus 2018.

Parjana menjelaskan, pelaku membacok Muhammad Yusron (19) seorang pedagang sate Madura dengan menggunakan senjata tajam celurit buatan. 

"Dibacok pakai senjata tajam yang dibikin mirip celurit," ujarnya.

Dalam kejadian tersebut telepon genggam milik Saiful seorang pedagang nasi bebek berhasil dibawa kabur kelompok geng motor. Parjana berharap pihaknya dapat segera melacak para anggota geng motor tersebut.

"Kami masih menyelidiki, karena yang dirampas handphone semoga bisa kita lacak, plat nomor motor enggak kelihatan di kamera CCTV," kata Parjana.

Seperti diketahui aksi geng motor yang merampok pedagang sate dan nasi bebek terekam kamera dua CCTV milik Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jalan Bintara 17, Kota Bekasi.

Saat itu usai berjualan sate Madura di depan Jalan Bintara 17, Yusron diajak bermain game rekannya bernama Saiful (19) seorang penjual nasi bebek. Keduanya asik bermain game di bangku warteg milik Watem.

Sedang asik-asiknya bermain game, datang seorang dari arah belakang Jalan Bintara 17 dengan berjalan kaki menuju tempat nongkrong Yusron dan Saiful.

Satu pelaku yang berjalan kaki mendatangi kedua korban yang sedang duduk, rekan pelaku yang menggunakan tiga sepeda motor kemudian datang dan sempat berhenti di samping warteg. Satu pelaku dengan membawa senjata tajam jenis celurit kemudian turun dari sepeda motornya.

Kedua korban diminta menyerahkan handphone miliknya. Saiful yang ketakutan memberikan handphonenya. Sementara Yusron mencoba melarikan diri. Salah satu pelaku yang membawa celurit mengejar Yusron.

Sekitar jarak 7 sampai 8 meter dari lokasi nongkrong, korban berusaha melawan pelaku. Namun Yusron tumbang setelah celurit pelaku melukai bagian tangan kiri,  paha kiri, paha kanan. Korban mendapat tujuh luka sabetan celurit.

Usai melukai Yusron dan berhasil mengambil handphone milik Saiful anggota geng motor melarikan diri ke arah belakang Kecamatan Bekasi Barat.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500