Ilustrasi aliran sesat. Ilustrasi: Ist/Kriminologi.id

Guru Aliran Sesat di Riau Ajarkan Menistakan Alquran 6 Bulan Terakhir

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 19:50:47 WIB

Kriminologi.id - Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kateman, Indragiri Hilir, Ipda Hendra Gunawan mengungkapkan, dari pemeriksaan terungkap tersangka H telah mengajarkan pengikutnya untuk menistakan Alquran sejak enam bulan terakhir. 

Bahkan, ia mengaku, tersangka tak sungkan memaksa hingga menganiaya pengikutnya jika membantah melakukan perintah aneh tersebut.

Tersangka H, Hendra menjelaskan, diduga ingin membentuk aliran yang tidak percaya kepada kitab suci umat Islam itu, meskipun dirinya seorang muslim. Walau demikian, dia tetap percaya kepada Allah dan Nabi Muhammad.

Dalam melakukan aksinya itu, ia menyebut, tersangka mengaku mendapat bisikan gaib. Namun, tersangka tidak menjelaskan secara rinci bisikan gaib yang dimaksud.

"Pengakuannya dia mendapat bisikan gaib untuk mengajarkan itu kepada muridnya," kata Hendra dihubungi dari Pekanbaru, Kamis, 30 Agustus 2018.

Sedangkan soal kejiwaan, ia menambahkan, tersangka dalam keadaan normal.

"Tes kejiwaan kita lakukan sejak awal. Hasilnya dia memang normal, tidak ada gangguan kejiwaan," katanya.

Berdasarkan pemeriksaan kejiwaan tersebut, Hendra mengatakan, penyidik kepolisian meningkatkan status pelaku berinisial H alias Guru alias Suhu sebagai tersangka.

Sejak ditangkap Senin lalu, ia menyebut, penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi serta alat bukti lainnya. Tiga murid H yang sebelumnya turut diamankan juga sudah diperiksa dan diperbolehkan pulang.

"Status muridnya masih saksi, sudah dipulangkan kemarin," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra memastikan pihaknya menangani kasus tersebut secara profesional. "Tersangka sudah kita tahan," kata Rony.

H alias Guru ditangkap polisi di rumahnya, Jalan Tunas Harapan Parit 7 RT 10/RW 001, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, pada Senin, 27 Agustus 2018 sore. Penangkapannya berdasarkan laporan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kateman, Said Adnan Alie (62).

Saat ditangkap, Polisi turut membawa beberapa orang yang diduga muridnya sebelum akhirnya dilepaskan karena mereka mengaku dibawah tekanan tersangka.

H sebelum menyebarkan ajaran sesat itu diketahui sebagai sosok yang bijaksana dan dikenal baik oleh masyarakat. Namun, dalam beberapa waktu terakhir H mulai bersikap aneh dengan menyebarkan aliran sesatnya itu ke warga.

"Dari pemeriksaan saksi-saksi dan yang bersangkutan, Ha kita tetapkan sebagai tersangka penistaan agama," kata Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Christian Rony Putra di Pekanbaru, Rabu, 29 Agustus 2018.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500