Ilustrasi vonis. Foto: Pixabay.com

Hakim Vonis Sales Cantik 8 Bulan Penjara, Gelapkan Tanda Jadi Xpander

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 08:05:50 WIB

Kriminologi.id - Majelis Hakim yang diketuai Dede Suryaman menjatuhkan pidana penjara selama delapan bulan pada agen penjual mobil Dea Novelia Agnesiya. Vonis itu terkait dengan kasus penggelapan uang muka sebagai tanda jadi  pembelian mobil Mitsubishi Xpander.

"Menjatuhkan pidana penjara selama delapan bulan pada terdakwa," ujar hakim Dede dalam putusannya, Selasa, 4 September 2018.

Terdakwa merupakan agen penjualan di PT Srikandi Diamond Indah Motors Jalan Pecindilan 46-48 Surabaya. Vonis yang dijatuhkan ketua majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan yang sebelumnya menuntut pidana penjara satu tahun tiga bulan.

Dalam dakwaan JPU sebelumnya terungkap, bahwa terdakwa melakukan perbuatannya pada 23 Desember 2017 sampai 13 Februari 2018.  

Dalam dakwaan tersebut, terungkap terdakwa bekerja sebagai karyawan kontrak PT Srikandi Diamond Indah Motors Jalan Pecindilan 46-48 Surabaya sejak juli 2017 di bagian sales Counter. Tugasnya menawarkan dan menjualkan mobil Mitsubishi kepada Konsumen. 

Bilamana ada konsumen yang akan melakukan pembelian mobil Mitsubishi dan memberikan uang muka atau uang tanda jadi kepada sales counter, maka uang tersebut harus disetorkan kepada kasir PT Srikandi Diamond Indah Motors. Untuk pekerjaan itu, terdakwa mendapatkan gaji sebesar Rp 3.200.000 per bulan.

Saksi pada kasus tersebut yakni Abdul Hadi dan Moh Soleh pada 23 Desember 2017 hendak membeli satu unit Mobil Mitsubishi Expander. Keduanya datang ke PT Srikandi Diamond Indah Motors dan bertemu dengan terdakwa. 

Lalu, saksi Abdul Hadi menyerahkan uang sebagai tanda jadi pembelian unit mobil masing-masing sebesar Rp 5.000.000 kepada terdakwa. Namun, oleh terdakwa uang tersebut tidak diserahkan kepada kasir PT Srikandi Diamond Indah Motors.

Uang tersebut malah digunakan terdakwa untuk kepentingannya sendiri. Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 374 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. 

KOMENTAR
500/500