Gedung apartemen tempat prostitusi di Jakarta Utara. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Hotel Cordex Akui 30 Persen Pengunjung Berpotensi Lakukan Prostitusi

Estimasi Baca:
Selasa, 4 Sep 2018 06:00:44 WIB

Kriminologi.id - Pihak Manajamen Hotel Cordex mengaku 70 persen para pelangganya melakukan pemesanan lewat jasa Travel online seperi Traveloka. Sedangkan 30 persen pelangganya melakukan pemesanan secara manual dengan langsung datang ke hotel. 

Menurut Manajer Hotel Cordex cabang Ancol, Jakarta Pusat, Hendi Gustaman, 30 persen para pemesan kamar dengan cara manual tersebut berpotensi melalukan aksi prostitusi di tempatnya.

"70 persen pelanggan kami dari jasa travel dan 30 persenya ini yang datang pesan sendiri. Nah yang pesan sendiri ini berpotensi (melakukan aksi prostitusi)," katanya kepada Kriminologi.id di Hotel Cordex, Senin, 3 September 2018.

Mayoritas pelanggan yang menggunakan jasa travel, menurut dia, merupakan pekerja bisnis yang sedang bekerja di wilayah tersebut. Mengingat hotel tersebut berada di kawasan Industri dan gudang.

Lebih lanjut, Hendi menceritakan, beberapa modus yang kerap dilakulan para pelaku prostitusi ketika ingin memesan kamar di hotel Cordex.

Salah satu modusnya ialah para pelaku prostitusi kerap datang ke hotel dan memesan kamar pada malam hari. Namun pelaku tidak membawa pakaian ganti.

"Kalau tamu lak-laki dan perempuan datang tanpa mebawa pakaian ganti, atau check in-nya malam-malam, kita langung bilang "kamar full" jadi enggak bisa sembarang tamu pak," ujarnya.

Tidak hanya itu, Hendi pun menceritakan modus lain yang kerap ia temukan di Hotel Cordex untuk para pelaku prostitusi.

"Kadang tidak berdua pak, strateginya begini. Datang laki-laki dulu, dan kemudian baru datang perempuanya. Pas yang perempuan datang baru kita tanya tujuanya apa dan minta KTP. Kalau dirasa mencurigakan kita bisa tolak," katanya. 

Ketika ditanya mengenai tersangka munckirai yang ditangkap di kamar 209 pada Sabtu,1 September 2018 pihak hotel mengaku tidak mengetahui. Ia juga membantah bekerja sama dengan para muncikari prostitusi online guna menyediakan tempat mesum

"Kami tidak tahu perihal mucikari itu. Saya justru baru tahu karena penangkapan kemarin. Yang jelas kami sangat menentang adanya kegiatan prostitusi di hotel Cordex," kata Hendi.

Sebelumnya diberitakan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap satu tersangka yakni Lamhari Kurniawan anggota sindikat prostitusi yang menawarkan jasa esek-esek melalui media sosial Facebook.

Untuk menangkap tersangka, polisi berpura-pura sebagai pelanggan dan hendak memakai jasa tersebut.

Usai mendapat kesepakatan dengan tersangka, polisi yang menyamar menyanggupi untuk transfer tanda jadi Rp 500.000 dari tarif Rp 1,5 juta. Setelah mentransfer sejumlah uang yang diminta tersangka, polisi langsung menuju ke Cordex Hotel.

Di kamar bernomor 209 di hotel itu, Alam dan seorang wanita berinisial AB telah menunggu. Tersangka terkejut saat kedatangan para petugas. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya, Alam dibekuk polisi tanpa perlawanan.

Reporter: Walda Marison
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500