Puluhan kendaraan tergeletak tak beraturan pascagempa di Lombok Utara, NTB (08/08/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id

Ini Pesan Presiden Jokowi pada Wiranto Soal Penanganan Gempa Lombok

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 10:45:38 WIB

Kriminologi.id - Presiden Joko Widodo mengucapkan duka mendalam atas musibah gempa bumi yang merenggut korban jiwa masyarakat Nusa Tenggara Barat. 

Selain mengucapkan berbelasungkawa, Presiden juga berpesan pada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan atau Menko Polhukam Wiranto, selaku pimpinan penanganan gempa bumi di Lombok soal turis dan jadwal penerbangan pesawat yang sempat tersumbat.
 
Presiden telah memerintahkan Wiranto untuk mengkoordinaskan seluruh jajaran terkait agar penanaganan pascagempa bisa dilakukan secepat-cepatnya. 

"Baik yang berupa evakuasi korban meninggal maupun luka-luka segera ditangani. Termasuk logistik," ujar Presiden Joko Widodo dalam keterangannya, Senin, 6 Agustus 2018. 
   
Presiden juga menyampaikan pesan soal penanganan turis di lokasi gempa harus diperhatikan dan pengaturan jadwal penerbangan. 

"Penanganan pascagempa bisa dilakukan secepat-cepatnya baik yang berupa evakuasi dan meninggal maupun luka-luka segera ditangani termasuk logistik dan yang lainnya. (Penanganan) Di dalamnya banyak turis, saya pesan penanganan turis dilakukan jangan sampai ada yang kurang. Pengaturan jadwal penerbangan banyak yang tersumbat," ujarnya. 

Presiden mengatakan permasalahan logistik sudah meluncur ke Nusa Tenggara Barat, Minggu, 5 Agustus 2018 malam.

Gempa berkekuatan 7,0 SR di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Selain itu gempa susulan terus berlangsung. Hingga Minggu, 5 Agustus 2018 pukul 22.00 WIB terjadi 47 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil.

BMKG menyatakan bahwa gempa 7,0 SR tadi adalah gempa utama atau main shock dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar.

Berdasarkan data terakhir BNPB, sebanyak 91 orang meninggaldunia dan 209 luka berat. Diperkirakan korban terus bertambah dan jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500