Ilustrasi pemukulan. Foto: Pixabay

Istri Diperiksa Kasus Korupsi, Suami Ngamuk di Kejaksaan 

Estimasi Baca:
Sabtu, 8 Sep 2018 10:30:26 WIB

Kriminologi.id - Polisi menangkap FN yang ngamuk dan mengancam jaksa penyidik di Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur. FN mengamuk karena tak rela istrinya diperiksa sebagai saksi kasus korupsi hibah dana bansos.

""Kami mendapat laporan dari kejaksaan, ada seseorang yang mengamuk sambil membawa senjata tajam di Kejari Jember. Namun saat anggota tiba di sana, yang bersangkutan sudah tidak ada," kata Kapolsek Sumbersari Kompol Nurhadi Ali di Jember, Sabtu, 8 September 2018.

Nurhadi mengatakan, polisi melakukan pengejaran kepada pelaku ke rumahnya. Polisi lalu menangkap FN di rumahnya dan mendapatkan barang bukti senjata tajam yang digunakan saat mengamuk di Kejari Jember.

"Dia dijerat dengan UU Darurat No.12 tahun 1951 karena membawa senjata tajam. Kami masih meminta keterangan yang bersangkutan," ujar Nurhadi.

Menrut Nurhadi, FN mengamuk karena tidak terima istrinya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi hibah dan bansos ternak dengan tersangka mantan Sekretaris Kabupaten Jember Sugiarto dan mantan Kepala BPKAD Jember Ita Puri Andayani.

"FN kami amankan di Mapolsek Sumbersari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Nurhadi.

Kronologi aksi mengamuk FN itu bermula ketika ia datang mengantarkan istrinya  yang merupakan staf Dinas Peternakan untuk diperiksa sebagai saksi kasus hibah dan bansos tahun 2015.

FN sempat membanting bangku di sekitar kantin kejaksaan yang kebetulan dekat dengan ruang pemeriksaan istrinya. Tidak selang lama, pemeriksaan penyidik Kejati Jatim terhadap istrinya pun selesai.

Setelah pemeriksaan selesai, FN bersama istrinya pulang dan tiba-tiba FN datang lagi ke Kejari Jember mengamuk sambil mengacungkan samurai kecil, bahkan menunjuk dengan senjata tajam itu ke arah tim penyidik Kejati Jatim yang memeriksa istrinya.

"Staf Kejari Jember dan penyidik Kejati Jatim yang melihat kejadian itu sempat lari karena yang bersangkutan membawa samurai kecil," ujar Nurhadi.

Kasus dugaan korupsi hibah dan bansos Jember kini ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Penyidik melakukan pemeriksaan saksi-saksi di Kantor Kejari Jember agar lebih efektif.

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan mantan Sekkab Jember Sugiarto dan mantan Kepala BPKAD Jember Ita Puri Andayani sebagai tersangka.

Kasus tersebut juga menyeret Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni yang kini sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500