Ilustrasi penipuan. Foto: Unsplas.com

Jaksa Tuntut Developer Green Villa Lasoani di Palu Penjara 4 Tahun

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 09:00:22 WIB

Kriminologi.id - Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Palu menuntut hukuman empat tahun penjara kepada pengembang atau developer perumahan yakni A Daling alias Aldo (47). Terdakwa Aldo terlibat kasus penipuan dan penggelapan pembangunan perumahan BTN Green Villa Lasoani tahun 2015.

"Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa sangat meresahkan masyarakat, merugikan korban secara materiil, dan telah menikmati hasil kejahatannya," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Avriany di hadapan Ketua Majelis Hakim PN Palu Lilik Sugihartono, Selasa, 28 Agustus 2018.

Avriany mengatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 378 KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP. Usai pembacaan tuntutan itu, Lilik Sugihartono memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan pada sidang mendatang.

Sesuai dakwaan JPU Avriany, awalnya korban Feronica Wanda Titis berniat membeli rumah BTN di daerah Lasoani. Korban lalu bertemu dengan terdakwa Aldo yang mengaku sebagai developer atau pengembang perumahan tersebut.

Terdakwa, kata Avriany, menyampaikan bahwa pada bulan pertama uang muka rumah tersebut seharga Rp 8 juta. Namun, akan naik pada bulan depannya menjadi Rp12 juta.

"Korban tertarik dan 3 hari kemudian memberikan uang tanda jadi sebesar Rp 3 juta. Beberapa hari kemudian terdakwa meminta sisa uang dan korban membayarnya sebesar Rp 5 juta," tutur JPU saat membacakan dakwaan.

Saat itu, Avriany melanjutkan, terdakwa menyampaikan kepada korban bahwa pada bulan Februari 2016 rumah tersebut akan terbangun. Namun, sekitar Juni, terdakwa menyampaikan bahwa berkas milik korban ditolak oleh bank karena usianya belum cukup 21 tahun.

Atas dasar itu, korban meminta kembali uang muka yang telah disetorkan, namun terdakwa hanya berjanji saja untuk mengembalikan. Hingga sekarang, uang tersebut tidak pernah dikembalikan.

Perbuatan terdakwa juga dilakukan terhadap korban lainnya sekitar 29 orang, diantaranya Wardi Wasir dengan uang muka Rp 10 juta, Jonathan Samuel Salam Dedy, Cynthia Julike, Thomas, Mukti Novia, Angga Fauzan, dan I Ketut Setya Artha.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500