Jembatan Babat Widang amburk. Foto: Ist/Kriminologi.id

Jembatan Widang Ambruk, Kapolda: Sudah Tua dan Dilewati Muatan Berat

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 18:20:34 WIB

Kriminologi.id - Ambruknya jembatan Widang yang menghubungkan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban dengan Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan dikarenakan usia jembatan yang sudah tua. Petugas juga mengalami kesulitan mengevakuasi tiga truk yang mesuk ke sungai.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin menduga ambrukya sisi barat jembatan Widang sepanjang 50 meter itu karena faktor usia.

"Jembatan ambrol karena ketidakmampuan jembatan itu yang sudah tua, apalagi kendaraan-kendaraanya bawa muatan yang berat," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Surabaya, Selasa, 17 April 2018.

Machfud mengatakan, ambruknya jembatan yang merupakan jalan negara itu tidak diprediksi. Menurut Machfud yang berhak berkomentar terkait usia jembatan adalah ahli kontruksi atau dari pihak Dinas Pekerjaan Umum.

Saat ini menurut Machfud, pihak kepolisian yaitu Polres Tuban sedang mengevakuasi baik korban maupun kendaraan.

"Mau gak mau polisi harus bekerja keras untuk mengatur lalu lintas. Tidak ada alternatif lain, mau tidak mau harus pakai jalur itu jalan utama," ujarnya.

Sementara itu, hingga kini pihak kepolisian masih berusaha mendatangkankan crane untuk mengevakuasi tiga truk yang masuk ke sungai tersebut.

"Satu-satunya cara untuk mengevakuasi tiga truk yang tercebur di Bengawan Solo dengan memanfaatkan crane," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono, di lokasi jembatan Widang, Selasa, 17 April 2018.

Menurut Joko, dari hasil koordinasi dengan Polres Tuban, crane yang dibutuhkan untuk mengevakuasi tiga truk harus memiliki kemampuan mengangkat beban seberat 200 ton.

"PT Semen Gresik Tuban memiliki crane, tetapi kemampuannya hanya 70 ton," ujarnya.

Joko juga menjelaskan, dari informasi petugas yang diterjunka ke sungai tersebut, mengatakan bahwa jembatan yang patah itu masih terus bergerak ke bawah.

"Jembatan masih bergerak jadi berbahaya kalau kita mencari korban dengan menyelam," katanya.

Pantauan Antara di lokasi kejadian, petugas penyelamat termasuk warga menemukan pengemudi truk atas nama Mukhlisin (48), warga Desa Banter, Kecamatan Banjer, Gresik, dalam keadaan meninggal dunia. Ia dikeluarkan dari dalam truk yang tercebur di dalam Bengawan Solo yang tertimpa sebuah truk lainnya. 

"Sopir truk yang kami temukan sudah meninggal dunia," ungkap seorang warga Babat, Lamongan Yudi yang ikut mengevakuasi korban.

Selain itu, petugas juga berhasil mengevakuasi sebuah sepeda motor dengan L-3466-DJ. "Nomor truk lainnya belum kami ketahui sebab di dalam air," kata Yusron warga lainnya.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500