Rilis pengungkapan kasus penjualana senjata api ilegal di Mapolda Jabar. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Jual Senpi di Tokopedia dan Bukalapak, Pelaku Gunakan Kode "Aqua"

Estimasi Baca:
Selasa, 13 Mar 2018 16:40:44 WIB
"Sebanyak 14 pucuk senpi rakitan yang sudah dimodifikasi beserta 350 butir amunisi dari berbagai kaliber disita sebagai barang bukti"

Kriminologi.id - Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil mengungkap penjualan senjata api ilegal secara online di media sosial. Empat pelaku yang ditangkap berperan sebagai perantara pembeli dengan pembuat senjata api di wilayah Cipacing, Sumedang yang memang dikenal sebagai sentra pembuatan senapan angin.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, pengungkapan kasus ini dilakukan oleh jajaran Direktorat Reskrimum Polda Jawa Barat pada 1 Maret 2018 lalu setelah menerima informasi dari Polda Gorontalo.

Hasil pengungkapan ini, kepolisian menyita sebanyak 14 pucuk senpi rakitan yang sudah dimodifikasi beserta 350 butir amunisi dari berbagai kaliber sebagai barang bukti.

"Pelaku yang ditangkap ini berjumlah 4 orang. Mereka berperan sebagai marketing dan juga penghubung ke pengrajin senpi. Pelaku yang diamankan yakni Yogi Gama, Ekosasih, Dian Daryansyah, Uzza Narashima," jelas Agung di Mapolda Jabar, Selasa, 13 Maret 2018.

Baca: Rakit Senpi Ilegal, Asep Belajar dari Medsos

Terkait pengungkapan kasus tersebut, Direktur Reskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana memberi penjelasan bahwa 4 tersangka tersebut kini telah diamankan kepolisian berikut 2 mesin bubut serta beberapa buku rekening dengan nilai transaksi hingga mencapai Rp 150 juta.

"Mereka berempat ini marketing yang memposting di media sosial, termasuk mengirimkan senjata melalui paket, serta yang memberi kode di media sosial Tokopedia dan Bukalapak dengan kode lakban dan aqua," papar Umar.

Umar menambahkan, dari tangan keempat tersangka yang ditangkap itu juga turut serta disita 14 pucuk senpi yang dipegang oleh para tersangka dan merupakan hasil rakitan beserta amunisianya.

"Total 14 pucuk itu didapat dari empat tersangka," kata Umar.

Umar merinci, tersangka Yogi Gama menyimpan 4 pucuk senpi jenis Mede call 22mm, 1 pucuk Makarov konversi rakitan, 9 amunisi call 9mm , 1 ponsel Samsung, 2 buku rekening BCA dan 1 buku rekening Bank Mandiri. Dari tersangka Ekosasih didapati  1 pucuk senpi water call 9mm, 1 pucuk Glock konversi rakitan. 

Sementara tersangka Dian disita 1 pucuk senpi jenis Mede call 22mm, 1 pucuk senpi Walter call 9mm, 1 pucuk Pen Gun call 22mm, 1 pucuk revolver yang dirakit call 22mm, 300 butir amunisi call 9mm, 50 butir amunisi call 22mm, 4 butir amunisi call 38 SPC, 1 unit hp Samsung. Sedangkan dari tersangka Uzza hanya disita 1 unit ponsel merk Oppo a57 warna gold.

Baca: Pembuat Senpi Rakitan Ditangkap di Sukabumi

Umar mengatakam, keempat tersangka yang ditangkap kepolisian itu mengakui jika penjualan senpi ilegal oleh mereka dilakukan secara online di sosial media ke beberapa provinsi di Indonesia seperti ke wilayah Sulawesi, Gorontal, Bangka. Namun yang cukup mencengangkan adalah adanya amunisi call22 yang diduga berasal dari Filipina yang diketahui telah lama tidak lagi dipakai. Pihak Polda Jabar juga telah berkoordinasi dengan Polda tersebut, untuk menelusuri pembeli dari jaringan ini.

"Ya kita dalami dengan kerjasama Polda lain untuk menemukan pembeli senpi. Kecenderungan pembeli senpi kebanyakan pelaku kejahatan, dan ini kita bisa identifikasi dari beberapa kasus kejahatan, senjatanya seperti ini miripnya. Sisanya yang memiliki senpi ilegal ini ada beberapa kolektor, yang mana kolektor ini juga kita datangkan dari luar pulau Jawa untuk mengungkap keberadaan Senjata ilegal yang masih berada di tangan Masyarakat," paparnya.

Keempat pelaku penjualan senpi ilegal ini dijerat dengan 1 UU no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara minimal 20 tahun penjara kepada empat pelaku," pungkas Direskrimum.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500