Mobil pengangkut uang milik Bank BCS Bukittinggi, Sumatera Barat (31/08/2018). Foto: Antaranews

Kakak Beradik Dalangi Perampokan Mobil Pengangkut Uang di Bukittinggi

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 15:00:32 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian Resor Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menyebutkan perampokan mobil kas bank yang membawa uang tunai Rp 3,5 miliar pada 4 Juni 2018 melibatkan 10 orang pelaku. Kakak beradik dalangi perampokan mobil pengangkut uang Bank BSM Cabang Aur Kuning, Bukittinggi. 

Keduanya adalah Ramadhan Sinaga (35) yang pertama kali ditangkap dan adiknya Japar Lindungan Sinaga (31), sekuriti bank tersebut. Keduanya merampok dengan mengajak delapan rekan lainnya.  
    
"Enam orang pelaku sudah ditangkap dalam kurun waktu 20-28 Agustus 2018 di Sumatera Utara dan Riau, sedangkan empat lainnya masih dalam pencarian," kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana di Bukittinggi, Jumat, 31 Agustus 2018.

Arly menuturkan pengungkapan aksi perampokan itu berawal dari penangkapan Ramadhan Sinaga (35), dari Polres Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang diduga merupakan pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Ramadhan ditangkap pada 20 Agustus 2018 dengan barang bukti kepemilikan empat gram sabu. Ramadhan masih menjalani penahanan di Mapolres Tapanuli Selatan. 

Kepada polisi, Ramadhan mengakui terlibat dalam perampokan sebesar Rp 3,5 miliar bersama adiknya Japar Lindungan Sinaga (31), sekuriti bank dan delapan rekan lainnya. Salah satunya adalah Japar Lindungan Sinaga (31) adik kandungnya yang merupakan sekuriti bank tersebut. 

Berdasarkan keterangan tersebut, polisi menangkap Japar di kediamannya. Penangkapan Japar ini memperkuat dugaan polisi jika perampokan mobil pengangkuat itu melibatkan orang dalam.    

Setelah Japar ditangkap, barulah muncul delapan nama rekan lainnya yang ikutan dalam perampokan tersebut. Dari keterangan dua tersangka itu, berturut-turut tersangka lainnya ditangkap yaitu Sarimin dan Lamhot Situmorang ditangkap di Rokan Hilir, Riau, pada 25 Agustus 2018. 

Ahmad Jubaidi Pohan ditangkap di hari yang sama di Labuhan Batu, Sumut. Tersangka keenam Liber Jadiman ditangkap di Rokan Hilir pada 28 Agustus 2018.

Sementara empat tersangka lain yaitu Joko, Dedi Sinaga, panggilan Dedi dan panggilan Dani masih dalam pencarian.

"Uang perampokan dibagi-bagi dan pada umumnya digunakan tersangka untuk membeli lahan sawit," katanya.

Pengungkapan kasus perampokan itu memang memerlukan waktu cukup lama karena korban baru melapor setelah rentang waktu 12 jam usai kejadian sehingga polisi kehilangan jejak.

Lokasi kejadian juga berada di daerah sepi atau tidak ada permukiman penduduk sehingga tidak ada saksi yang melihat kejadian.

"Para pelaku yang belum tertangkap masih kami kejar sambil tetap menggali lagi informasi dari para tersangka yang sudah ditangkap. Berapa uang yang tersisa juga masih dihitung," katanya.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500