Ilustrasi tenggelam, Foto: Pixabay

Kapal Kelotok Tabrakan di Barito, Mayat Bocah Penumpang Ditemukan

Estimasi Baca:
Senin, 13 Ags 2018 06:05:26 WIB

Kriminologi.id - Mayat penumpang kapal kelotok bernama Ahmad Rifki (6) yang tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito akibat kapalnya tabrakan dengan tongkang pengangkut pasir di wilayah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah sudah ditemukan.

Rifki diduga jatuh saat insiden kapal yang ditumpanginya bertabrakan dengan tongkang pengangkut pasir di wilayah tersebut. 

"Mayat ditemukan kurang lebih sekitar 30 meter dari tempat tenggelamnya kelotok tersebut," kata Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Barito Selatan, Riduansyah, di Buntok, Minggu, 12 Agustus 2018.

Riduansyah menambahkan mayat tersebut ditemukan sekitar 30 meter dari tempat tenggelamnya kelotok sekitar pukul 12.15 WIB. Adapun tabrakan kapal kelotok dengan kapal tongkang tersebut terjadi pada Sabtu, 11 Agustus 2018. 

Menurut Riduan, pencarian terhadap korban yang tenggelam itu dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Tagana, Dinas Satpol PP, dan Damkar Barito Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), anggota Polres, Kodim 1012 Buntok, dan masyarakat sekitar.

Pencarian terhadap mayat korban dilakukan pihaknya sejak peristiwa kecelakaan air hingga ditemukannya jasad bocah tersebut. 

"Pada Sabtu kita melakukan pencarian dari sore hingga pukul 23.00 WIB, dan hari ini pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB, dan sekitar pukul 12.15 WIB, mayat korban Ahmad Rifki (6) berhasil ditemukan," ucap ketua Tagana Barito Selatan, Riduansyah.

Sementara Kapolres Barito Selatan, AKBP Eka Syarif Nugraha Husen melalui Kasat Reskrim, AKP Triyo Sugiyono menyampaikan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait dengan kecelakaan air tersebut.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, pada tubuh korban, tidak ditemukan luka, ataupun bekas benturan benda lain, dan kemungkinan pada saat kejadian, korban terjatuh," ujarnya.

Ketika ditanyakan terkait pernyataan masinis kelotok yang menyebutkan bahwa kelotok ditabrak oleh tongkang? Memang semua pihak mempunyai pengakuan masing-masing.

"Namun yang pasti tongkang pasir itu memang ada di situ, karena disitu merupakan lokasi yang diizinkan untuk menyedot pasir, dan kemudian ada kelotok yang melintas dari arah hulu ke hilir," ucap dia.

Meskipun demikian, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan air itu dengan mengumpulkan alat bukti, keterangan saksi, dan petunjuk lainnya. Setelah itu baru bisa disimpulkan penyebab kejadian tersebut.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500