Dok. Kapitra Ampera. Foto: Kapitra Ampera/Facebook

Kapitra Mengaku Dapat Banyak Teror Usai Menjadi Kader PDI Perjuangan 

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 13:56:18 WIB

Kriminologi.id - Salah satu Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Kapitra Ampera mengaku kerap mendapat teror dari berbagai pihak sebelum insiden pelemparan molotov di rumahnya.

Teror tersebut kerap ia terima melalui pesan dari aplikasi WhatsApp dan beberapa pesan singkat lainnya. Menurut mantan pengacara Rizieq Shihab ini, rentetan teror kerap ia terima usai masuk menjadi kader PDI Perjuangan.

"Ya banyak teror yang saya terima setelah saya masuk ke PDI-P," katanya di Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

Teror yang diterima Kapitra pun beragam. Sari mulai ancaman sampai pada makian dari orang-orang yang tidak dikenal.

"Ada yang maki-maki sampai ngikuti saya ke mana mana," ujar Kapitra.

Hingga saat ini, polisi masih mengejar dua terduga pelaku pelemparan molotov yang terekam kamera CCTV. Pihak Polsek Tebet juga telah memeriksa Kapitra sebagai saksi dalam kasus pelemparan tersebut.

Kapolsek Tebet, Kompol Eko Mulyadi mengatakan, hari ini pihaknya akan memeriksa anggota keluarga Kapitra Ampera.

Beberapa anggota keluarga yang akan diperiksa hari ini sebagai saksi di antaranya istri Kapitra yang berinisial Y (51) dan pekerja rumah tangga yang berinisial Y (31). 

"Kita akan periksa dua orang tersebut sebagai saksi hari ini," kata Eko.

Seperti diberitakan, rumah kader PDI Perjuangan, Kapitra Ampera dilempari molotov orang tidak dikenal. Dari rekaman CCTV, terlihat dua orang tidak dikenal yang menggunakan sepeda motor dan melakukan pelemparan di rumah Kapitra Ampera di Jalan Tebet Timur Dalam VIII Nomor 16 RT 02 RW 09, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan pukul 19.10 WIB.

Reporter: Walda Marison
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500